Kata Baku Frekuensi

Sumatera deadline – Menurut Kamus besar bahasa indonesia kata baku Frekuensi mempunyai sinonim atau persamaan kata, tentunya kata baku sinonimnya adalah Kata tidak baku, Kata yang tidak baku adalah Frekwensi atau Frekuwensi, sedangan kata Bakunya adalah Frekuensi

Tetapi dalam pengucapannya terdengar sama, jika diartikan maka akan berbeda artinya sehingga akan menimbulkan kesenjangan dalam struktur bahasa indonesia itu sendiri, Jika kita menggunakan kata tidak baku dalam Membuat Sebuah Penelitian, Maka Tentu saja akan Mempengaruhi Hasil Akhir sebuah Penelitian.

Pengertian Studi Kasus Menurut Sugiyono

Pengertian Frekuensi

Banyak orang mengira bahwa Frekuensi itu adalah jaringan, satelit, channel net tv, chanel radio padahal itu sama sekali tidak benar, Karena Frekuensi adalah sebuah Glombang Radio untuk menentukan Menyampai sebuah Informasi Kepada satelit terkoneksi

Frekuensi adalah suatu ukuran jumlah terjadinya dari rangkaian peristiwa dalam satu Waktu atau satu titik, banyak sekali bentuk dari satuan yang di gunakan untuk mengatur rangkaian tersebut tetapi khusus untuk Frekuensi satunya menggunakan Hertz (Hz)

Hertz adalah sebuah satuan yang menunjukkan Puncak panjangnya glombang tertentu yang melewati puncak atau titik tertentu dalam satu detik, pada masa itu maka itu disebut dengan Periode. Periode adalah Lamanya waktu dari sebuah siklus rangkai peristiwa atau kejadian yang selalu berulang sehingga akan menghasilkan Glombang yang dapat menghasilkan Informasi atau yang di sebut Frekuensi

Definisi dan Satuan

Dalam menentukan Suatu Rangkaian Peristiwa atau menghitung Frekuensi maka seseorang harus menetapkan jarak dan waktu yang tepat dalam satu kejadian, dan menghitung jarak panjang waktu yang dibutuhkan pada sistem Satuan Internasional sehingga akan menghasilkan dan tetapkan sebagai satuan Hertz,

Baca Juga  Cara menghilangkan Kutu Rambut dengan Jeruk Nipis

Hertz itu sendiri di ambil untuk mengabadian nama penemu Gelombang Pertama kali yaitu Heinrich Rudolf Hertz, Beliaulah yang menemukan dan menyatakan bahwa Peristiwa yang terjadi dalam satu Secon atau detik

Lalu Beliau membuat sebuah rumusan untuk menghitung Hertz dengan cara menetapakan Satuan dalam perhitungan Frekuensi
f = Frekuensi
T = Hasil dari Frekuensi atau Kebalikan dari Periode

jadi Sebenarnya Frekuensi itu dapat di hitung menggunakan Rumus yang sudah dibuat Oleh Heinrich Rudolf Hertz

Simbol Frekuensi

Kata Baku Frekuensi

dan Rumus ini juga bisa digunakan untuk menghitung getaran sehingga rumusanya berubah menjadi :

Kata Baku Frekuensi

Yang dapat di maknai, f = Frekuensi n= jumlah Getaran t= per 60 detik, sehingga dapat di sipulkan bahwa Nilai N sama dengan Jumlah Putaran atau Getaran yang sering kali kita sebut dengan RPM

Kesimpulan

akhir kata penulis mengambil kesimpulan bahwa ternyata Frekuensi itu adalah Sebuah Gelombang rangkaian dari sebuah peristiwa untuk menyampai sebuah Informasi yang dapat di terjemahkan dalam bentuk bahasa yang bisa dimengerti.

Seperti nilai Perhitungan Bit dalam Bahasa mesin Komputer yang dikenal dengan 0 dan 1, maka dengan rumusan diatas kita dapat menghitung Jumlah Gelombang atau getaran yang dihasilkan dalam Periode peristiwa per detik.

Baca Juga :

  1. Pengertian Studi Kasus Menurut Sugiyono
  2. Kata Baku Dari Tehnologi
  3. Contoh Kerangka Berpikir Penelitian Kualitatif