Beranda Sumsel Baturaja PPPA OKU Himbau Antisipasi Kekerasan Anak

PPPA OKU Himbau Antisipasi Kekerasan Anak

BATURAJA– Menyikapi kekerasan yang menimpa seorang anak di bawah umur hingga tewas yang menjadi viral di media sosial akhir-akhir ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Ogan Komering Ulu (OKU), menggalakkan sosialisasi untuk mengantisipasi tindak kekerasan pada anak di Bumi Sebimbing Sekundang.

Sekretaris  Dinas PPPA OKU, Joni Herawan mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan perancangan program sosialisasi Undang-Undag (UU) Perlindungan Anak. Dengan sasaran utama anak yang dalam pengawasan Panti Asuhan dan juga dalam pengawasan orang tuanya.

“Memang untuk penanganan, kita sifatnya menunggu laporan. Dari laporan itu, kita lakukan pengecekan ke lapangan. Jika laporan tersebut benar, maka kita akan lakukan penindakan dengan cara melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindugan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKU,” ujarnya.

Namun sebelum itu terjadi lanjutnya, pihaknya akan lakukan antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di Panti Asuhan, seperti eksploitasi anak dengan cara menyuruh anak-anak panti keliling dengan membawa kotak amal untuk meminta sumbangan pada warga. “Itu sudah jelas tidak boleh. Pidananya ada itu, termasuk anak kecil yang disuruh ngamen di tempat-tempat keramaian,” jelasnya.

Agar para pihak memperhatikan hal ini, maka pihaknya akan panggil Kepala Yayasan Panti Asuhan serta guru-guru dari pihak sekolahan. Melibatkan mereka, untuk melindungi anak asuh dan anak didiknya tidak menjadi korban kekerasan, bahkan sampai menghilangkan nyawa anak asuhan yang sedang viral di televisi akhir-akhir ini. Jadi para pelaku akan berfikir dua kali untuk melakukan tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, H Joni juga mengatakan, jika di Dinas yang baru berjalan satu bulan lebih ini, dapat memberikan pendampingan hukum terhadap anak di bawah umur. “Kami juga akan memberikan dampingam terhadap anak di bawah umur yang terjerat kasus hukum, serta mengikuti jalannya sidang diversi bagi anak di bawah umur,” tukasnya.(hendra)