Beranda Kriminal Bocah 13 Tahun Ditiduri Pacar Di Kamar Kosan

Bocah 13 Tahun Ditiduri Pacar Di Kamar Kosan

PALEMBANG, — Wiriyo (41) warga jalan Rambutan Dalam Kelurahan 30 Ilir Kecamatan IB II Palembang, dengan membawa serta anaknya SA (13), Rabu (29/8) siang, mendatangi pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polresta Palembang.

Kedatangan pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini adalah untuk membuat laporan kepolisian, lantaran anak gadisnya SA yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang ini, sudah ditiduri sebanyak satu kali oleh terlapor YK (21), yang tak lain pacarnya sendiri.

Dihadapan petugas kepolisian yang memeriksanya, Wiriyo mengatakan dirinya mengetahui peristiwa kejadian yang dialami anaknya terjadi pada Minggu 13 mei 2018 lalu, sekitar pukul 14.00 WIB, di kosan Bayumi depan Punti Kayu Kecamatan Sukarame Palembang.

“Dia (korban-red) ini sekarang baru berani bercerita pak, kejadiannya sudah 4 bulan kemarin. Anak saya bilang bahwa dia sudah ditiduri oleh YK (terlapor-red),” ungkap Wiriyo.

Dijelaskannya, YK tersebut merupakan pacar dari anaknya, Dimana peristiwa kejadian menurut pengakuan anaknya, diketahui bermula ketika SA diajak oleh YK pergi berjalan-jalan dan membeli makanan juga minuman di Alfamart.

Namun, usai membeli makanan dan minuman, YK mengajak SA ke kosan Bayumi yang berada di depan Punti Kayu Kecamatan Sukarame Palembang. Dan saat berada di tempat kejadian perkara, YK langsung mengajak SA untuk berhubungan badan layaknya suami istri.

“Kata anak saya ini, dia dipaksanya. Sudah itu usai berhubungan badan, dijanjikannya akan menikahi anak saya pak. Anak saya bilang hanya satu kali itulah pak, dia baru sekarang berani bercerita,mendengar cerita anak saya kami langsung membuat laporan ke kantor polisi,” jelasnya, dan mengharap terlapor dapat segera ditangkap.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK, melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi, membenarkan adanya laporan korban dugaan tindak pidana Undang-undang no.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (Persetubuhan Terhadap Anak).

“Untuk sekarang laporan sudah diserahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang, untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Cdr)