Beranda Kriminal Nang : Saya Sudah Rencanakan Pemerkosaan Itu Berminggu-minggu

Nang : Saya Sudah Rencanakan Pemerkosaan Itu Berminggu-minggu

 

PALEMBANG — Usai diringkus pihak kepolisian, ternyata aksi pemerkosaan yang dilakukan tersangka Nang (20) warga Bumi Tinggi Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI terhadap korban Melinda Zidoni (24) seorang biarwati yang bertugas di Sungai Baung, Air Sugihan Kabupaten OKI Pada senin (25/3) lalu telah direncanakan selama berminggu-minggu.

Bahkan seminggu sebelum pelaku Nang dan temannya Hendri menjalankan aksinya, pelaku Nang sudah mengawasi gerak-gerik korban. ” Kalau rencana memperkosa korban sudah lama pak, tapi memang seminggu ini saya sudah intai gerak-gerik korban” ungkap pelaku Nang saat ditemui di Mapolda Sumsel Sabtu (30/3).

- BACA JUGA  Terlibat Aksi Pencurian, Kaki Pengabal Bola Golf Ditembus Peluru

Pada hari kejadian, lanjut Nang, dirinya melihat korban pergi bersama seorang anak kecil hendak ke pasar Jeti yang berada di divisi 1. “Baru sampai ke divisi tiga, kami bentangkan kayu, saat korban turun dari motor langsung saya tarik. Sedangkan Teman korban NA (9), langsung dipukul Hendri hingga pingsan ” katanya. Setelah NA pingsan, Hendri hendri menyembunyikan motor korban, sedangkan Nang mengikat tangan dan kaki melinda dengan karet ban bekas yang telah disiapkan. Kemudian saat hendak diperkosa oleh pelaku Nang, ternyata korban sedang datang bulan.

“Korban sempat bilang kalau dia sedang mens. Dan saat saya raba memang ada pembalut di kemaluannya. Teman saya meraba dadanya, kami bergantian,” Jelasnya.

- BACA JUGA  Empat Begal Antar Kabupaten Berhasil Diringkus

Akan tetapi, saat mereka tengah beraksi korban sempat memberontak sehingga penutup muka yang dikenakan Hendri terbuka dan terlihat oleh korban.

Karena panik pelaku mencekik leher korban hingga tewas. “Muka teman saya terlihat oleh korban. Jadi kami cekik hingga tewas,” Ujarnya.

Setelah kejadian berlangsung, kedua pelaku pun kembali ke kamp mereka yang berada di divisi empat. Mereka juga sempat membantu warga untuk mencari korban, supaya warga tidak curiga. (Rian)