Beranda Sumsel Muara Enim Sekda Akan Panggil Kadin DPMD Muara Enim

Sekda Akan Panggil Kadin DPMD Muara Enim

 

MUARA ENIM — Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim Ir. H. Hasanudin, M.Si, terkejut adanya kejadian Dana Desa (DD) Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, sebesar Rp350 juta dibawa kabur dua kawanan perampok yang mengendarai sepeda motor matic pada Rabu (28/11/2019) lalu.

Dari kejadian itu Sekda mengaku dia belum mendapat laporan atas kejadian itu dari Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD).

“Tadi saya bertemu Risman (Sekretaris BPMD), tidak ada melaporkan kejadian itu kepada saya,” jelas Sekda yang berhasil dibincangi usai membuka acara pembekalan dan sertifikasi tenaga terampil di Ballroom Hotel Griya Sintesa Muara Enim, Kamis (28/11/2019).

Atas kejadian ini Hasanudin mengaku prihatin, karena sebelumnya kejadian serupa juga terjadi di Desa Tanjung Serian, Kecamatan Muara Enim, Muara Enim.

“Atas kejadian ini, saya akan memanggil Kepala BPMD (Emran Thabrani). Permasalahan pencairan Dana Desa ini akan kita evaluasi. Nanti saja, akan tanya dulu ke Pak Emran permasalahan itu,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dana Desa Gunung Megang Dalam sebesar Rp350 juta yang baru saja diambil dari Bank Sumsel Babel Cabang Muara Enim dibawa kabur dua kawanan perampok bermotor.

Peristiwa yang sempat menggemparkan warga Gunung Megang itu terjadi di Jalan Lintas Desa Gunung Megang Dalam, tepatnya di depan toko bangunan milik Riskon, Rabu (28/11/2019) sekitar pukul 13.50 WIB. Kini kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Gunung Megang dan masih dalam penyelidikan petugas gabungan Satreskrim Polres Muara Enim dan Polsek Gunung Megang.

Sebelum kejadian, siang itu sekitar pukul 11.50 WIB, Kepala Desa Gunung Megang Dalam Indra Jaya bersama Kasi Keuangan merangkap Bendahara Fauko Rahmat, baru saja mencairkan uang Dana Desa sebesar Rp350 juta di Bank Sumsel Babel Muara Enim.

Uang tersebut dimasukkan dalam tas, lalu Kades dan Kasi Keuangan mengendarai mobil jenis Cayla akan pulang ke desanya. Ketika sampai di Desa Gunung Megang Dalam, kades tidak langsung pulang ke rumahnya, namun lebih dulu pergi ke toko bangunan milik Riskon yang berada di pinggir jalan lintas Gunung Megang Luar.

Kades mampir ke toko bangunan itu untuk membayar hutang. Ketika sampai di toko bangunan, Kades dan Kasi Keuangan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan depan toko. Kemudian, keduanya keluar dari dalam mobil. Sedangkan uang Dana Desa yang baru diambil ditinggalkan di dalam  mobil.

Pada saat menuju toko bangunan tanpa disadari, dua kawanan perampok mengendarai sepeda motor matic tanpa nomor polisi menghampiri mobil tersebut.

Pelaku merusak pintu mobil sebelah kanan depan diduga menggunakan kunci T. Lalu pelaku berhasil mengambil uang dalam tas yang berada di dalam mobil itu. Aksi kawanan perampok sempat diketahui kades, namun pelaku berhasil melarikan diri. Kades dibantu warga sekitar berupaya mengejar pelaku sampai ke jalan lintas Desa Perjito. Hanya saja pelaku mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sehingga lolos dari kejaran warga.

“Pak kades mampir ke toko ku hendak membayar hutang, namun belum sempat masuk ke dalam toko, peristiwa itu terjadi. Sehingga Pak Kades belum sempat membayar hutangnya, karena langsung ribut-ribut mengejar pelaku,” ungkap pemilik toko.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Megang Dalam, Indra Jaya, yang dicoba dikonfirmasi dengan menghubungi nomor teleponnya belum berhasil  tersambung. Meski nomor ponsel yang dihubungi dalam kondisi aktif, namun yang bersangkutan tidak berkenan mengangkatnya.

Terpisah, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta, membenarkan kejadian itu. “Kejadian itu kasus curat, saat ini anggota lagi melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya,” pungkas Kabag Ops saat dihubungi awak media melalui ponselnya.(Andi/Nda)