Beranda Kriminal Enam Bulan Buron, Pelaku Pembunuhan Di Rumah Susun Berhasil Diringkus

Enam Bulan Buron, Pelaku Pembunuhan Di Rumah Susun Berhasil Diringkus

PALEMBANG—Meski sempat kabur ke Bengkulu dan bekerja sebagai sopir mobil angkut barang, Rahmat Hidayat alias Dayat Mayali Azhar (25) warga Jalan Cinde Welan Lorong Kebon Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Ilir Barat I Palembang berhasil diringkus pihak kepolisian.

Pelaku Dayat yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap korban Muhammad Ego Ramadhani (23) pada 4 Mei lalu diringkus Unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang pimpinan Iptu Novel saat berada di rumahnya pada Senin (28/20).

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Ranmor, Iptu Novel saat dikonfirmasi Selasa (29/10) mengatakan jika kasus pembunuhan ini berawal dari ulah korban yang merupakan teman dekat dari pelaku Dayat. Dimana korban Ego ini telah mendatangi sebuah konter HP yang juga dimiliki teman pelaku.

- BACA JUGA  Sindikat Pembuatan Senpira Di OKU Timur Dibongkar

“Korban Ego ini membeli Handphone di sebuah tempat perbelanjaan di kota Palembang tanpa membayar dengan alasan disuruh oleh Pelaku Dayat. Tersangka yang mengetahui hal tersebut menjadi emosi dan langsung mendatangi korban di rumahnya di rumah susun blok 26, RT 32, Kelurahan 24 Ilir.” ungkap Edi.

Setelah tiba di rumah korban, tanpa basa-basi, tersangka langsung menghujamkan pisau yang dibawanya ke tubuh korban hingga korban jatuh bersimbah darah dan menghembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian perkara. “Korban tewas dengan luka memar pada kepala bagian kiri dan dagu kanan, luka tusuk di dada dan punggung bagian kiri, serta luka robek di bokong,” papar Edi.

- BACA JUGA  Terekam CCTV, Pelaku Pembobol Toko Handphone Diringkus

Selain mengamankan tersangka, lanjut Edi, Pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sehelai celana jeans warna biru tua milik tersangka dan sebilah pisau yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban. “Tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” jelas Edi. (Red)