Beranda Kriminal 7 Bulan Buron, Pelaku Pembunuhan Diringkus Dirumahnya

7 Bulan Buron, Pelaku Pembunuhan Diringkus Dirumahnya

 

PALEMBANG,   —   Setelah tujuh bulan menjadi buronan anggota kepolisian, atas kasus Pembunuhan, Mustar alias Tar (46), warga Lorong Manggis Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring Palembang akhirnya diringkus.

Pelaku pembunuhan terhadap korban Hartoni (37), warga Jalan Yani Lorong Manggis Kelurahan Silaberanti Palembang ini diringkus petugas unit Buser Satreskrim Polsek Seberang Ulu I Palembang, pada Rabu (27/02) malam di rumahnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi pembunuhan yang dilakukan pelaku Mustar terjadi pada Jum’at 20 Juli 2018, sekitar pukul 22.30 WIB. Dimana saat itu, korban dan pelaku yang masih tetangga ini terlibat cekcok mulut.

Tanpa diduga oleh korban, pelaku Mustar ternyata membawa sebilah pisau yang langsung ditusukkan ke tubuh korban yang mengakibatkan korban jatuh terkapar bersimbah darah karena mengalami satu luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri, satu luka tusuk bagian perut, luka tusuk bagian pinggang sebelah kiri, satu luka robek bagian belikat dan satu luka robek bagian kepala.

- BACA JUGA  Pertandingan Sepakbola di Jakabaring Menelan Korban Jiwa

“Ya, pelaku ini memang Target Operasi (TO) kita yang selama ini kita cari. Setelah keberadaannya berhasil diketahui, kita langsung bekoordinasi dengan pihak keluarga pelaku, pelaku akhirnya berhasil kita amankan,” ungkap Kapolsek SU I, Kompol Mayestika Hidayat, melalui Kanit Reskrim Iptu Irwan Sidik, saat gelar press release, di Mapolsek SU I Palembang, pada Kamis (28/2).

Selain mengamankan pelaku, lanjut Irwa Sidik, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa dua bilah senjata tajam jenis pisau. “Atas ulahnya pelaku dijerat pasal 388 KUHP, dengan ancaman penjara di atas 12 tahun,” tegasnya.

- BACA JUGA  Empat Napi Rutan Pakjo Positif Menggunakan Narkoba

Ditempat yang sama, tersangka Mustar, dengan menundukan kepalanya, mengaku ia melakukan hal tersebut karena khilaf. “Saat itu kami bertemu di lokasi, Terjadi cek-cok mulut. Tapi saya emosi, jadi saya khilaf nusuknya pak,” bebernya.

Setelah melakukan penusukan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia, dikatakan Mustar, ia kabur ke kota Jambi selama tujuh bulan. “Saya pergi ke Jambi, disana saya bekerja serambutan. Saya pulang ke Palembang, karena kangen sama keluarga saya pak,” tutupnya. (Cdr)