Beranda Sumsel Muara Enim Di PHK, Dua Karyawan PT. CIFU Lapor Ke Disnaker Muara Enim

Di PHK, Dua Karyawan PT. CIFU Lapor Ke Disnaker Muara Enim

 

MUARA ENIN — PT. Cipta Futura (CIFU) melakukan pemecatan terhadap dua orang karyawannya yaitu Andika Malik dan Julia warga desa Ujanmas Baru kecamatan Ujanmas, Muara Enim. Keduanya melaporkan tindakan sewenang-wenang perusahaan itu ke Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi kabupaten Muara Enim. Atas Kasus perselisihan paham ini karyawan atas nama Yulia dimediasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Muara Enim, Senin (27/01/2020) yang dihadiri oleh suaminya Febri dan Jojon paman korban, sementara dari pihak perusahaan menghadirkan langsung owner PT Cifta Futura, Nusa.
Dalam mediasi ini menurut Febri dan Jojon, awal mula terjadinya PHK oleh perusahaan dikarenakan Yulia sakit yang berkepanjangan. Untuk membuktikan dirinya sakit, Yulia meminta surat keterangan sakit dari dokternya secara berulang sampai beberapa kali. Dari manajemen perusahaan PT CIFU langsung menyodorkan surat PHK kepada Yulia dan sudah ditandatangani dengan alasan perusahaan bahwa surat sakit tersebut dipalsukan.
“Pihak perusahaan menganggap surat sakit yang dibuat itu mengada-ada hingga di PHK, karena sudah di PHK, kami meminta pesangon dan uang tabungan dari potongan gaji tiap bulan yang selalu dipotong saat gajian, akan tetapi sampai akhirnya kami melapor ke Disnaker, pihak perusahaan belum membayar pesangon dan uang tabungan tidak diberikan pihak manajemen pada kami,” ungkap Febri.
Jojon, paman korban yang ikut menghadiri mediasi mengatakan dirinya merasa puas karena ada itikad baik dari pemilik PT CIFU, Nusa terhadap penyelesaian PHK keponakannya atas nama Yulia yang dulunya bekerja di staf afdeling 7 PT Cifta Futura.
“Beliau datang langsung dimediasi ini dan langsung memberikan bantuan setelah mendengar Yulia sedang sakit. Bantuan langsung dia Rp. 10 juta dan sudah diterima pihak kami,” tukasnya.
Selain Yulia Manajemen PT. CIFU juga melakukan pemecatan terhadap Andika Malik yang mana hal serupa juga tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan.
“Benar kami di PHK oleh perusahaan, sedangkan kami merupakan karyawan tetap di PT. CIFU dan prosedur pemecatan terhadap kami tanpa adanya Surat Peringatan (SP) baik itu SP I, SP 2 maupun SP 3 yang harusnya dilayangkan ke kami sebelum dipecat,” ungkap Andika Malik pada awak Media, Selasa (28/01/2020) saat dikonfirmasi via Whatapps pribadinya.
Masih terang Malik, mereka mengadukan nasibnya ini ke Disnaker dengan harapan akan dibantu dan dimediasi oleh Disnaker. Daru hasil aduan mereka tersebut pihak Disnaker memberikan surat pemanggilan pada PT. CIFU terkait permaslahan mereka agar segera diselesaikan.
“Kami sudah melapor ke Disnaker, kata mereka akan memanggil pihak PT. CIFU dan meminta kami untuk melakukan perundingan Bipartit dengan perusahaan terkait permaslahan kami tapi hingga hari ini belum ada kabar ke saya yang ada kabar bahwa pihak PT. CIFU hari ini datang ke Disnaker mendatangi panggilan permasalahan Julia saja tidak dengan saya,” ungkap Malik.
Kemudian Malik mengatakan mereka menuntut kepastian terkait uang tabungan mereka yang diambil setiap bulan serta pesangon mereka dan surat Pra Kerjanya.
“Kami meminta perusahaan segera membayarkan uang tabungan kami setiap bulan dipotong RP. 400 ribu, pesangon atas pem PHK-an kami, dan surat pra kerja kami karena kalau surat ini belum kami dapat. Kami tidak dapat mengurus BPJS Ketenaga Kerjaan Kami. Dan kami berharap Pihak Disnaker Trans Muara Enim untuk dapar menindak lanjuti masalah ini,” tegasnya.
Kadisnaker Muara Enim, Siti Herawati membenarkan adanya mediasi antara karyawan PT CIFU atas nama Yulia dengan manajemen yang ditangani oleh tim Disnaker.
“Memang ada laporan satu orang karyawan CIFU ke Disnaker minta mediasi,”jelas dia.
Sedangkan terkait dengan karyawan PT. CIFU Andika Malik mereka juga memebenarkan bahwa yang bersangkutan pernah datang dan melaprkan hal ini pada Disnaker Muara Enim.
“Benar, pak yang bersangkutan pernah melaporkan masalah ini dan kita minta dia untuk melakukan perundingan biratit terlebih dahulu dengan pihak perusahaan,”terangnya.
Pemilik PT CIFU, Nusa yang hadir langsung pada mediasi ini saat dikonfirmasi mengatakan,bahwa dirinya hadir kerena memenuhi undangan dari pihak mediasi terkait adanya keselisih pahaman antara pihak perusahaan dan karyawan.
“Hanya ada¬† persialan kecil saja,biasalah soal karyawan,dan sekarang suda clear,karena kami telah selesaikan secara kekeluargaan,”pungkasnya singkat. (Andi/Nda)