Beranda Peristiwa Demonstrasi Warga Tegal Binangun Tolak Wilayahnya Masuk Banyuasin

Warga Tegal Binangun Tolak Wilayahnya Masuk Banyuasin

Jpeg
Ribuan Warga Tegal Binangun Melakukan Demo Di Halaman Kantor Gubernur Sumsel

 

PALEMBANG¬† ¬†—¬† Ribuan warga yang tergabung dalam Plaju Darat Bersatu ini melakukan aksi demo di halaman Kantor Gubernur Sumsel tersebut terdiri dari 28 Rukun Tetangga (RT), RT 13-RT41, dan enam Rukun Warga (RW), RW 05-RW 10 di lingkungan Tegal Binangun

“Pak Gubernur harus bertanggungjawab jika nantinya terjadi konflik sosial. Gubernur harus segera membuat surat keputusan dan rekomendasi atas nama pemerintah harus memihak kepada masyarakat Tegal Binangun,” ucap koordinator aksi Sukarman Dewhana saat diwawancarai, Senin (27/11).

- BACA JUGA  PLTU OKU Didemo Puluhan Massa

Pihaknya juga inginkan segala aktivitas Pemkab Banyuasin di wilayah Tegal Binangun agar segera dihentikan.

“Gubernur harus segera perintahkan secara administrasi kepada Pemkab Banyuasin untuk memberhentikan aktivitas roda pemerintahannya di wilayah di Tegal Binangun, supaya terciptanya situasi yang kondusif,” jelasnya.

Menurutnya, sebentar lagi Sumsel akan menggelar Asian Games 2018, jangan sampai ada konflik, jangan smpai nama Indonesia tercemar di mata dunia dengan adanya konflik ini. “Pokoknya kami tidak mau masuk wilayah Banyuasin,” tegasnya.

Sukarman juga mengatakan, Pemprov Sumsel dinilai telah melakukan pembohongan terhadap warga Tegal Binangun. “Janji Asisten 1 Pemprov Sumsel yang kala itu dijabat Ikhwanuddin di tahun 2015 yang menyatakan warga Tegal Binangun adalah Palembang, nyatanya diam-diam Pemkab Banyuasin membangun Puskesmas dan Kantor Lurah,” terangnya.

- BACA JUGA  Karyawan Koran Sindo Palembang Tempuh Jalur Tripartit

Ditegaskan juga, seluruh warga Tegal Binangun menolak masuk ke wilayah Pemkab Banyuasin dan ini dibuktikan dengan status kependudukan.

“Apapun yang terjadi kami menolak masuk Banyuasin dan menolak adanya kantor pemerintahan Banyuasin karena kami sudah ada kantor pemerintahan sendiri yaitu Plaju Darat, dan warga kami pun 100 persen ber-KTP Palembang, sekali lagi kami bukan warga banyuasin,” tukasnya.(Dee)