Beranda Kriminal Narkoba Lagi, BNNP Sumsel Amankan 20 Kg Sabu Dan 18,8 Ribu Butir Ekstasi

Lagi, BNNP Sumsel Amankan 20 Kg Sabu Dan 18,8 Ribu Butir Ekstasi

PALEMBANG,– Jajaran BNNP Sumatera Selatan kembali meringkus kurir Narkoba jaringan Malaysia, Batam dan Palembang.

Kurir Narkoba tersebut yakni Michael Kosasih alias Miki (26). Pelaku digerebek saat berada di KFC Simpang Empat Fly Over Bandara Kecamatan Sukarami Palembang, pada Selasa (27/8).

Dari penangkapan tersebut, didapati barang bukti berupa satu tas koper berisi 20 kilogram sabu dan 18800 butir pil Ekstasi serta satu unit mobil Toyota Agya warna Kuning Nopol BG 1734 ZY.

“Awalnya kita mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi Narkoba tiga pekan lalu. Kemudian, kemarin Senin (26/8) pukul 08.00 WIB, datang satu unit mobil Agya yang dikendarai tersangka. Setelah dibuntuti tersangka ini masuk ke dalam salah satu hotel,” ujar Kepala BNNP Sumatera Selatan, Brigjen Pol Jhon Turman didampingi Kabid Pemberantasan, AKBP Agung, saat press conferense di kantor BNNP Sumsel Jakabaring Palembang.

- BACA JUGA  Dewi Gumay: Ini bukan Dualisme Tapi Kudeta

Tak lama kemudian, lanjut Jhon, Tersangka MK keluar dan kembali ke tempat mobilnya terparkir dan bertemu dengan satu pelaku lainnya berinisial S (DPO) yang hendak menyambut mobil itu. Saat bertemu dengan S, tersangka MK kembali masuk ke mobil.

“Disaat itulah, tim kita mengerebek tersangka. Saat di geledah isi mobil, ditemukan satu tas koper berisi 20 bungkus plastik sabu masing-masing berukuran satu kilogram dan satu bungkus kantong kertas besar berisi empat bungkus plastik besar serta 12 bungkus plastik kecil pil Ekstasi dengan total 18800 butir di temukan di kursi belakang mobil Jenis Toyota Agya warna Kuning Nopol BG 1734 ZY,” jelas Jhon.

- BACA JUGA  Difitnah Musnahkan Tari Gending Sriwijaya, Sudirman Teguh Kesal

Setelah dilakukan penggeledahan di mobil tersangka MK, masih dikatakan Jhon, pihaknya langsung menuju kediaman rekan tersangka berinisial S (DPO). “Namun beliau berhasil melarikan diri sebelum kami kesana. Meski demikian kita masih terus kejar jaringannya, karena identitasnya sudah kita kantongi,” tutupnya. (Cdr)