Beranda Ekobis Pelaku Industri di Sumsel Diminta Optimalkan Pasar Digital

Pelaku Industri di Sumsel Diminta Optimalkan Pasar Digital

 

PALEMBANG,   —   Kasubdit Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kementerian Perindustrian, Rifki Yuswandi mengatakan, untuk perluasan akses pasar, saat ini pihaknya telah membuat program e-smart IKM yang mendorong pelaku tidak hanya memasarkan produknya secara konvensional tapi juga merambah pasar digital.

“Saat ini Ditjen IKMA telah bekerja sama dengan beberapa marketplace, seperti BukaLapak, Shopee, Blibli, Blanja.com, Tokopedia, GoFood, Dusdusan dan Rarali untuk mendukung program tersebut,” ucap Rifki, Rabu (27/3).

Berdasarkan kajian yang dilakukan Google dan Temasek, kata Rifki, Indonesia diprediksi akan memegang peranan signifikan dalam perkembangan e-commerce di Asia Tenggara, di mana potensi nilai transaksinya mencapai sekitar 52 persen dari pasar e-commerce Asia Tenggara yang senilai US$46 miliar pada 2025.

- BACA JUGA  Terkendala, Pembangunan Fly Over Simpang Bandara Maju Terus

“Nantinya diharapkan produk IKM lokal dapat menguasai pasar dalam negeri dan bersaing dengan produk dari luar negeri,” terangnya.

Selain itu, Rifki juga meminta pelaku IKM di Sumsel memanfaatkan program restrukturisasi mesin yang disediakan pihak Kementerian agar dapat meningkatkan kemampuan teknologi produksi industri tersebut.

“Saat ini pemerintah memberikan potongan harga 25-30 persen untuk pembelian mesin produksi baru. Namun demikian itu belum dimanfaatkan secara optimal karena pelaku IKM seringkali terkendala persyaratan untuk pengajuan,” jelasnya.

Diungkapkan, Rifki, syarat utama yang harus dipenuhi oleh IKM untuk mengikuti program tersebut yakni memiliki legalitas usaha berupa izin usaha industri (IUI) atau izin usaha mikro kecil (IUMK).

“Pelaku sulit memenuhi syarat legalitas itu, oleh karenanya  kami berharap pihak terkait bisa memfasilitasi perizinan untuk IKM di Sumsel,” katanya.

- BACA JUGA  Wujudkan Kemandirian Pajak, UTP Buka Tax Center

Sebetulnya, sambung Rifki, pengembangan IKM yang dilakukan Kemenperin telah menyentuh setiap sisi, mulai dari hulu di mana pihaknya menyediakan bantuan alat dan bimtek hingga hilir dengan memperluas akses pasar IKM.

Rifki mencontohkan, saat ini terdapat empat kelompok usaha Bersama (KUB) yang menerima bantuan mesin peralatan produksi di Sumsel. Setiap kelompok terdiri dari 20 sampai 25 pelaku IKM dengan berbagai macam industri, yakni industri mebel di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), konveksi di Kota Palembang dan perbengkelan roda dua di Kabupaten OKU Timur.

“Kementerian Perindustrian juga memberikan peralatan produksi untuk pengolahan daging, konveksi, batu bata dan perbengkelan roda dua serta las,” pungkasnya.(Dee)