Beranda Kriminal Usai Pulang Kerja, Istri Dihajar Suami Hingga Babak Belur

Usai Pulang Kerja, Istri Dihajar Suami Hingga Babak Belur

PALEMBANG,– Malang yang dialami seorang ibu rumah tangga berinisial SV (24) warga jalan KH. Azhari Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang ini, diduga karena cemburu, ia pun harus mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri berinisial RW (27).

Akibat kejadian tersebut SV (korban-red) mengalami luka lebam di kedua matanya, kening dan kepala benjol, lengan atas tangan kiri lebam, dan beberapa luka lecet hampir diseluruh tubuhnya.

Tak terima dengan apa yang dialaminya tersebut, dengan ditemani keluarganya SV pun mendatangi Mapolresta Palembang, guna melaporkan RW (terlapor-red), pada Rabu (26/12) sore.

Kepada petugas ibu dua anak ini mengatakan, kejadian nahas yang dialaminya terjadi pada Senin (24/12) sekitar pukul 03.00 WIB, di jalan SH Wardoyo depan lorong Garuda 1 Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang, tepatnya di depan toko Sido Mulyo. Dimana kejadian berawal saat korban yang baru pulang kerja dengan seseorang.

Melihat istrinya diantar seseorang, lantas membuat terlapor pun cemburu dan langsung marah-marah, serta langsung memukuli korban.

“Dia (terlapor-red) memukul dan menendang saya Pak. Tak hanya sampai disitu saja, Dia juga membenturkan kepala saya ke pagar di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkapnya.

Diakui korban, bahwa terlapor baru keluar penjara setelah menjalani hukuman selama 4 tahun. “Selama dia di penjara, saya ini mencari nafkah sendiri Pak, untuk menghidupi kedua anak saya, dan saya sudah menikah dengan dia selama 6 tahun, Lantas dia cemburu,” jelasnya yang berharap dengan adanya laporan yang ia buat, petugas dapat menangkap suaminya tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara SIK, melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan KDRT.

“Sudah kita terima laporannya, korban juga sudah kita minta untuk melakukan visum untuk melengkapi berkasnya. Selanjutnya laporan korban akan kita serahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang, untuk ditindaklanjuti,” pungkas Andi. (Cdr)