Beranda Nasional Aceh Tradisi Meugang Sebabkan Harga Daging Di Bireuen Melambung Tinggi

Tradisi Meugang Sebabkan Harga Daging Di Bireuen Melambung Tinggi

**   H-1 Ramadhan, Harga Daging Melambung.

Kondisi Pasar Daging dadakan di Alun-Alun Gandapura Kabuapten Bireuen dalam rangka Tradisi Meugang menyambut Ramadhan tahun 2017.

BANDA ACEH   —   Satu hari Menjelang  Ramadhan 1438 Hijriah, harga daging di Bireuen Propinsi Aceh melambung tinggi mencapai Rp.180.000,- perkilogram, naik sebesar Rp. 50.000,- dari hari-hari biasa yang hanya Rp. 130.000,- perkilogram.

Naiknya harga daging  disebabkan tradisi meugang dalam kehidupan masyarakat Aceh. Secara sederhana tradisi meugang diartikan sebagai suatu kebiasaan masyarakat memasak dan makan daging secara serentak dua atau satu hari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan serta dua atau satu hari menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

- BACA JUGA  Polri: Massa Demo 212 Diperkirakan 200.000 Orang

Saat Makmeugang atau Meugang, warga Aceh yang merantau ke luar Aceh biasanya pulang untuk berkumpul bersama keluarga besarnya. Meugang sudah ada sejak zaman Kesultanan Aceh.

Bahkan pada masa tersebut kesultanan membagikan daging untuk kebutuhan anak yatim, janda dan fakir miskin. Inilah faktor utama yang membuat harga daging di Aceh melambung tinggi.

Rohana, salah seorang ibu rumah tangga mengatakan, Harga daging pada meugang tahun ini naik sekitar Rp.50.000,- menjadi Rp. 180.000,- perkilogram. Sedangkan pada hari biasa hanya Rp. 130.000,-.  Perkilogram. Padahal Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, sudah mengintruksikan agar pedagang tidak menjual daging melebihi Rp. 130.000.

- BACA JUGA  Usai Sholat Subuh, Penyidik KPK Disiram Air Keras

Rif’at, seorang pedagang di Bireuen kepada Sumateradeadline.co.id mengatakan mahalnya harga daging disebabkan tradisi meugang. Setiap keluarga membeli daging pada hari ini. Jika ada keluarga yang tidak beli, seakan-akan keluarga tersebut kurang bahagia.

Akibatnya harga sapi yang dibelinya mahal, sehingga membuat harga jual daging juga mahal.

Melihat perkembangan harga daging yang terus naik, warga Bireuen mengharapkan pemerintah agar dapat menekan kenaikan harga daging.

Tanpa campur tangan pemerintah, rasanya sulit dapat mengandalikan harga daging Aceh. Pemerintah tidak hanya memberi instruksi, tapi juga mengawasi dan memberi jalan keluar agar instruksi bisa barjalan lancar. Apalagi pada saat meugang yang merupakan tradisi masyarakat Aceh memasak dan makan daging bersama keluarga dan kerabatnya. (doel)