Beranda Pendidikan Pengumuman PPDB SMP Diundur 4 April

Pengumuman PPDB SMP Diundur 4 April

para orang tua saat mendatangi posko pendaftaran PPDB 2019 di kantor Disdik kota Palembang.

 

PALEMBANG,    —    Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2019 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang semula dijadwalkan 28 Maret 2019 diundur menjadi 4 April 2019. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kota Palembang, Ahmad Zulinto melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik kota Palembang, Herman Wijaya Selasa (26/3).

Dikatakannya, penundaan  pengumuman ini dikarenakan banyaknya kesalahan menentukan antara jarak (koordinit) rumah ke sekolah dan juga ketidaktahuan orang tua. “Akibat ketidaktahuan orangtua murid menentukan koordinat dari rumah ke sekolah maka pengumuman terpaksa kita tunda” ungkapnya.

Tujuan diumumkan nya pada tanggal 4 Apirl agar tidak ingin adanya kesalahan lagi, dan nama-nama yang lulus di SMP tersebut memang benar-benar valid.

“Jadi yang salah-salah itu harus diverifikasi ulang dengan membawa kartu keluarga. Tujuan kami diumumkan pada 4 April nanti agar hasil yang diumumkan itu betul-betul akurat,” ujarnya lagi.

Dia juga mengatakan terkait PPDB online untuk jalur zonasi, jalur prestasi akademik dan non akademik, jalur perpindahan orangtua, bagi yang tidak lulus ketiga jalur ini bisa tetap ikut tes potensi akademik.

Dirinya mencontohkan, misal daftar PPDB online jalur zonasi atau PMPA di SMPN 1 namun tidak lulus bisa langsung mendaftar lagi melalui jalur tes potensi akademik.

Sementara itu, untuk jalur zonasi, jalur perpindahan orangtua dan jalur prestasi, pendaftaran PPDB dibuka mulai 18 Maret hingga 27 Maret mendatang.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP negeri kota Palembang, Slamet Cahyono mengatakan pendaftaran sendiri sudah bisa diakses di laman resmi PPDB.

“Untuk Demo pada situs palembang.demo.siap-ppdb.com dan https://palembang.siap-ppdb.com. Calon siswa bisa langsung mendaftar secara online baik melalui laptop maupun android,” ujarnya.

Kota Palembang secara pro aktif menindaklanjuti Permendikbud nomor 51 tahun 2015 terkait PPDB sistem zonasi. Jadi penentuan zonasi ini pakai sistem online karena aplikasinya bisa mengukur.

“Jadi penentuan zonasi menggunakan jarak antara titik koordinat alamat tempat tinggal calon siswa dengan titik koordinat SMP yang dituju,” jelasnya.

Maka itu sistem ini akan memberikan ketepatan dan keakurasian jarak untuk mendukung sistem zonasi tersebut. MKKS SMPN Kota Palembang juga mendukung Disdik Palembang agar PPDB ini berjalan lancar di masyarakat dengan melaksanakan sosisialisi ke sekolah. Serta pemangku kepentingan di sekitar wilayah sekolahnya.

Selain itu, guna mendukung lancarnya PPDB ini, pihaknya bersama Disdik Palembang dan PT Telkom sudah membentuk posko layanan PPDB di lantai 2 kantor Disdik Palembang.

“Setiap hari kami stand by di sana. Jadi masyarakat yang ada keluhan atau tidak kurang mendapat informasi bisa mendatangi posko tersebut, terutama dari luar kota,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang, Ahmad Zulinto menambahkan, dalam aturan PPDB 2019 kali ini pihaknya tetap mengikuti Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yaitu dengan sistem zonasi.

“Hanya saja PPDB untuk tingkat SMP tidak bisa 100 persen ke sekolah negeri, mengingat daya tampung dan rasionya tidak pas,” ujarnya.

Adapun kuota zonasi hanya 40 persen, sedangkan 50 persen tes akademik//tes kompetisi, 5 ersen untuk siswa yang berprestasi, dan 5 persen lagi bagi siswa yang orangtuanya dipindah tugaskan.

“Kalau rumahnya dekat dengan sekolah, mereka harus daftar di sekolah tersebut dan sekolah pun harus menerimanya. Dengan sistem zonasi ini juga bisa sangat membantu anak-anak yang kurang mampu,” tutupnya. (Elsa)