Beranda Ruang Sidang Pembunuhan Filex Nyatakan Terima Vonis Hakim 12 Tahun Penjara

Filex Nyatakan Terima Vonis Hakim 12 Tahun Penjara

 

PALEMBANG,  —  seolah ingin menebus kesalahannya karena telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Juliansyah (korban), Muhammad Risky alias filex (20) langsung menyatakan menerima putusan hakim yang memvonisnya dengan pidana penjara selama 12 tahun.

Dengan kepala tegap dan duduk yang sopan dihadapan majelis hakim, terdakwa filex langsung menerima hukuman yang dijatuhkan majelis hakim, walapun majelis hakim memberikan kepada terdakwa yang tercatat sebagai warga Jalan Datuk M Akip Rusun Blok 3 Kelurahan 23 Ilir Kecamatan Bukit Kecil, untuk berpikir dulu sebelum menyatakan sikap menerima atau banding.

“saya terima majelis hakim” dalam persidangan yang di gelar di PN Klas IA Khusus Palembang, Selaa (25/4).

- BACA JUGA  Penadah Barang Curian Diganjar 2 Tahun penjara

Dengan terdakwa telah menyatakan sikap menerima putusan, majelis hakim langsung menyatakan bahwa putusan telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan pemeriksaan perkara atas pembununuhan Juliansyah dianggap selesai.

Bahwa meskipun majelis hakim sependapat dengan pasal yang dikenakan JPU Kejari Palembang, Iskandarsyah Alam, yakni pasal 338 KUHP dengan tuntutan pidana selama 15 tahun penjara, akan tetapi dengan mempertimbangkan terdakwa menyesali perbuatannya dan menggingat terdakwa masih berusia muda maka majelis hakim sedikit memberikan keringanan hukuman.

“Kami harap terdakwa tidak mengulanginya lagi, dan benar benar” tukas Hotnar

Dalam dakwaan juga diceritakan, jika motif terdakwa menghabisi nyawa korban lantaran kesal karena ibunya sering diganggu korban. Terdakwa Ricky mengaku, awalnya tak ada niatnya untuk membunuh Juli. “Awalnya saya tidak ada niat membunuh, hanya bermaksud memberikan pelajaran,” ujar Ricky.

- BACA JUGA  Rutan Pakjo Kirimkan Rekomendasi Kesehatan Islan Hanura Ke PN Palembang

Sebelum menjatuhkan vonis, hakim Botnar pun membeberkan kronologis kejadian dari perkara Ricky. Peristiwa pembunuhan pun terjadi saat keduanya tengah berpapasan di lantai II Rusun yang mereka tempati. Saat itulah, tanpa basa-basi terdakwa Ricky langsung menancapkan sebilah pisau yang memang telah ia bawa.

Setelah peristiwa itu, terdakwa mengaku langsung pergi, dan meninggalkan rumahnya. Sedangkan korban Juli sempat dilarikan untuk mendapatkan perawatan di RS AK Ghani. Namun karena mengalami luka yang cukup parah, membuat Juli akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya. (Ir)