Beranda Palembang Sambangi KPAID, Wawako Palembang Berikan Perhatian Dan Support

Sambangi KPAID, Wawako Palembang Berikan Perhatian Dan Support

PALEMBANG,– Berkunjung ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kota Palembang, di jalan Merdeka, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda yang akrab disapa Finda, mengucapan selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh masyarakat Kota Palembang Rabu (23/07).

Tak hanya itu, Finda juga mengucapkan terimakasih kepada KPAID kota Palembang, setelah peran aktifnya sehingga Kota Palembang memperoleh penghargaan Kota Ramah Anak.

Dalam kunjungannya ke KPAID kota Palembang, Finda mensupport dan memberikan semangat agar KPAID kota Palembang dapat bekerja dengan optimal lagi dalam membantu anak-anak yang mendapat persoalan atau kekerasan.

“Saya secara pribadi sangat senang atas penghargaan yang diperoleh. Penghargaan Kota Ramah Anak menjadi cita-cita banyak orang terutama anak-anak. Saya melihat langsung gedung, ruangan serta sarana prasarana penunjang. Sudah selayaknya KPAID mendapat perhatian khusus, karena sudah bekerja untuk kepentingan masyarakat dan kita sudah mendapat penghargaan karenanya,” ungkap Finda.

- BACA JUGA  Merasa Difitnah, Dirut RSMH Laporkan Koordinator AMSS

Ditempat yang sama, Ahmad Romi Afriansyah, Ketua KPAID Kota Palembang, mengatakan bahwa penghargaan yang diterima Kota Palembang sebagai Kota Ramah Anak salah satu indikator penilaiannya adalah penyelesaian masalah di KPAID.

“Dari data yang kita berikan terdapat penurunan yang sangat signifikan menurun. Pada tahun 2018 terdapat 52 kasus, untuk tahun 2019 sejak Januari sampai sekarang baru 6 kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2017 mencapai 120 an kasus,” jelas Ahmad Romi Apriansyah.

Masih dikatakan Romi, Dari kasus yang melapor kepada KPAID kota Palembang, didominasi kasus Bully dan perebutan hak asuh anak.

- BACA JUGA  Wawako : Makanan Mengandung Babi Harus Dipisahkan

“Untuk kekerasan seksual ada beberapa yang sangat miris karena dilakukan oleh keluarga terdekat bahkan orang tua kandung. Untuk penanganannya terhadap korban rehabilitasi. Ada beberapa yang kita rehabilitasi ia kembali lagi mau bersekolah yang tadinya tidak mau,” pungkasnya. (Cdr)