Beranda Berita Pemkot Pelayanan Lamban, Wawako Sidak Disdukcapil Palembang

Pelayanan Lamban, Wawako Sidak Disdukcapil Palembang

PALEMBANG,– Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, Rabu (24/7) mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Palembang.
Kedatangan Finda, sapaan akrab Wakil Walikota Palembang, untuk meninjau langsung serta mencari solusi atas beberapa laporan dari masyarakat yang tidak nyaman dengan pelayanan kantor Disdukcapil Palembang.
“Saya sebagai Wakil Walikota Palembang, tentunya saya banyak laporan dan diberikan amanah oleh masyarakat atas masalah pelayanan di kantor Disdukcapil ini. Semua ini bukanlah masalah pribadi, namun dikarenakan saya sebagai Wakil Walikota Palembang, banyak harapan yang diberikan kepada saya, supaya pelayanan-pelayanan di kota Palembang ini lebih baik lagi,” ucap Finda, saat di wawancarai diruang rapat kantor Disdukcapil Palembang.
“Pelayanan di Disdukcapil ini masih terbilang lambat, seperti pembuatan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk, itu sangat lambat menurut laporan masyarakat. Saya sebagai Wakil Walikota Palembang, mari kita bersama-sama di pelayanan ini meningkatkan kembali kenyamanan masyarakat, mencari solusinya dibuat lebih singkat pelayanan birokrasinya,” harapnya.
Alangkah baiknya pelayanan di Disdukcapil, masih dikatakan Finda, di samakan seperti pelayanan di bank, walaupun ramai masyarakat yang datang, namun tertata dengan baik dan tidak “Hiruk Pikuk” kayak disini (Disdukcapil).
“Itu solusinya pertama, kita harus mempunyai semangat meningkatkan pelayanan disini, agar pelayanan kita tidak di soroti lagi. Yang kedua masalah tanda tangan pejabat yang memang dibutuhkan tanda tangannya, dicarikan solusinya seperti tanda tangan elektronik, takutnya nanti pejabat itu seperti contoh tidak bisa Dinas karena sakit. Hal itu agar masyarakat tidak lama-lama lagi menunggu,” jelas Finda.
Masih dikatakan Finda, Selain itu pelayanan di Disdukcapil ini juga harus ramah-ramah melayani masyarakat. “Perlu dilakukan pembelajaran, seperti memanggil lembaga pelatihan kursus terkait masalah kepribadian, agar dapat ramah melayani masyarakat. Memang dibandingkan dengan yang dahulu, pelayanan di Disdukcapil ini sudah banyak perbaikan, namun belum menunjukkan sesuai dengan harapan,” bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Santi mengatakan adanya kekosongan blanko E-KTP, dikarenakan memang dari kantor pusat pun mengalami keterbatasan blanko.
“Begitu juga pendistribusian ke daerah terkendala. Jadi sementara ini kami menerbitkan surat keterangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan-pelayanan lainnya,” ujar Santi.
Untuk diketahui, laporan pembuatan KTP yang sudah kami terima sampai hari ini, yang belum tercetak oleh Dinas, sebanyak 25000. Dan untuk Kartu Identitas Anak (KIA), sejak dilakukan percetakan pada tanggal 7 Januari 2019, total permohonan cetak itu masuk sebanyak 210 ribu, sementara sampai hari ini yang sudah tercetak 78.365 keping.
“Jadi masih ada PR sebanyak 131.635 ribu permohonan cetak KIA. Itu karena keterbatasan blanko,” tutupnya. (Cdr)
- BACA JUGA  Hari Pahlawan, Kodam II Sriwijaya Gelar Do’a Bersama