Beranda Kriminal Bawa Sajam, Tiga Warga Kertapati Diamankan Petugas

Bawa Sajam, Tiga Warga Kertapati Diamankan Petugas

PALEMBANG, —  Unit Reskrim Polsek Kertapati Palembang, Senin (23/7) malam, berhasil mengamankan tiga pria yang kedapatan membawa Senjata Tajam (Sajam) jenis pisau, saat gelar Razia Premanisme dikawasan Kertapati Palembang.

Ketiga pelaku yakni AI (17) dan Didit Ari Susanto (32) warga Jalan Abi Kusno Cs, serta Dedi (25) warga Keramasan Kecamatan Kertapati Palembang. Mereka ditangkap saat sedang nongkrong diseputaran rumah masing-masing.

Kapolsek Kertapati Palembang, AKP I Putu Suryawan, yang memimpin langsung razia tersebut mengatakan, kegiatan yang dilakukan mereka untuk menciptakan kondisi Kamtibmas yang kondusif jelang Asian Games 2018.

“Kita dari Satgas Premanisme Polsek Kertapati menggelar razia hunting. Didapati tiga pria kedepatan membawa sajam yang diselipkan di pinggang,” ungkapnya ketika diwawancarai usai razia.

- BACA JUGA  Rumah Ditinggal, TV LCD Lenyap Dicuri

Ia menjelaskan, ketiga pelaku langsung diamankan dan akan dikenakan UU Darurat nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. “Akan kita kembangkan apakah mereka ini terlibat tindak pidana lainnya,” tegas I Putu.

Selain tiga pria membawa sajam, lanjut I Putu, pihaknya juga mengamankan dua orang terduga preman yang sedang melakukan aksi pemalakan terhadap sopir-sopir truk dan sepasang kekasih yang berada di tempat gelap.

“Ketika ditangkap, satu pelaku pemalakan menolak dibawa karena berkilah. Padahal kita lihat dia meminta uang kepada sopir. Barang bukti kita amankan uang Rp 2 ribu, dan sopir sudah dimintai keterangan,” ujarnya.

- BACA JUGA  Pembunuh Pasutri Ternyata Cucu Sendiri

Sedangkan pelaku Didit, mengatakan sajam yang dibawanya tersebut bukan untuk melakukan aksi kejahatan. “Saya baru selesai buat kandang ayam Pak. Belum sempat pulang ke rumah, jadi pisau itu saya masukan ke tas,” kilah Didit.

Senada diungkapkan Dedi dan AI. Mereka mengatakan sajam dibawa untuk berjaga-jaga bukan untuk melakukan aksi kejahatan. “Pisaunya kami selipkan di pinggang. Untuk jaga diri Pak,” tutup keduanya. (Cdr)