Beranda Kriminal Bobol Gudang Tempatnya Bekerja, Penjaga Malam Diciduk

Bobol Gudang Tempatnya Bekerja, Penjaga Malam Diciduk

PALEMBANG– Seorang residivis bernama Hermanto (39) warga Komplek BSA Permai Blok E, Kabupaten Banyuasin diamanakan petugas Unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang saat hendak menjual menjual mesin genset dan mesin pompa air hasil curiannya pada Senin (21/10) malam.

Tersangka yang berprofesi sebagai penjaga malam di Gudang Proyek BPS Land Citra Grand City Palembang, terpaksa diamankan petugas karena telah melakukan aksi pencurian di tempatnya bekerja pada Rabu (9/10) lalu bersama dengan rekannya Mamat dan Yayan alias Kodok yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Pelaku dihadang anggota saat hendak menjual barang curian bersama Mamat dengan mengendarai sepeda motor, namun rekannya berhasil kabur,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Ranmor Iptu Novel, Rabu (23/10).

- BACA JUGA  Empat Bulan Buron, Pelaku Begal Dihadiahi Timah Panas

Dari keterangan tersangka, anggota mulai melakukan pengembangan guna meringkus dua pelaku lainnya, namun yang bersangkutan sudah tak berada di tempat.

Sehingga bersama tersangka, polisi hanya mengamankan barang bukti satu unit mesin genset merk Hyundai dan dua unit mesin pompa air merk Honda yang belum sempat dijual pelaku.

“Penangkapan dilakukan atas informasi dari korban Rudianto Hadi Wibowo yang melihat tersangka Hermanto dan Mamat membawa barang bukti tak jauh dari lokasi kejadian,” paparnya.

Atas perbuatan tersebut, Novel menambahkan, tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman lima tahun penjara.

- BACA JUGA  Dua Pelaku Begal Spri Kapolda Sumsel Diringkus

Sementara, tersangka Hermanto mengaku jika perbuatan tersebut terpaksa dilakukannya karena terdesak kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, gaji yang diterimanya sebagai penjaga malam tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga sehari-hari.

“Saya terpaksa melakukan itu karena gaji saya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan dari satu mesin genset yang telah terjual saya cuma dapat Rp100.000,” katanya. (Dar)