Beranda Kriminal Tertangkap Bawa Sajam, Residivis Akui Tiga Kali Lakukan Aksi Kriminal

Tertangkap Bawa Sajam, Residivis Akui Tiga Kali Lakukan Aksi Kriminal

PALEMBANG — Seorang residivis bernama M Anggi Saputra (22), warga Kampung Pulo gadung, Kecamatan Sukarami ditangkap anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel saat melakukan operasi premanisme dan begal di Jalan HBR Motik, depan pabrik Indomie, Kecamatan Sukarami Sabtu (21/7) dalam kasus kepemilikan senjata tajam.

Pelaku pun kemudian diamankan petugas ke Mapolda Sumsel. Saat diinterogasi petugas, tersangka Anggi mengakui sudah tiga kali melakukan aksi penodongan dan penggelapan sepeda motor.

“Waktu itu saya sama Yusuf, nodong anak yang lagi berfoto di Flay Over simpang Tanjung Api-Api. Kami takuti dia dengan pisau. Saya suruh turun dari motor nya – langsung turun dia lalu kami ambil motor honda Beat nya,”katanya saat dihadirkan di Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel Senin (23/7) siang.

- BACA JUGA  Hadiri Hajatan Keluarga, Anggota Kodiklatad Tewas Dikeroyok

Selain itu, lanjut Anggi dua sepeda motor yang pernah digelapkan nya milik kakak perempuannya sedangkan yang satunya lagi milik temannya sendiri.

“Kalau gelapkan motor dua kali yang satunya motor kakak perempuan saya dan satunya lagi punya teman saya. Kalau kasus bobol Ruko bangunan di Sukabangun saya dihukum tiga tahun setengah,”bebernya.

Kanit IV Kompol Zainuri mengatakan pelaku ditangkap berawal saat polisi sedang melakukan operasi premanisme dan begal.

Polisi mendapatkan informasi bahwa pelaku sering melakukan aksi begal saat itu pelaku sedang berjalan di Jalan HBR Motik dan saat kami geledah ditemukan sajam ditubuhnya.

- BACA JUGA  Melapor Dibegal, Tukang Ojek Ini Malah Ditangkap Polisi

“Berdasarkan pengakuannya pelaku sudah tiga kali melakukan begal di Flay Over simpang Tanjung Api-Api dan depan kos kosan MM. Tapi LP nya belum kami temukan begitu juga barang bukti nya,”ujarnya.

Dikatakan Zainuri, pihaknya akan menjemput bola untuk mencari korban yang pernah dibegal oleh pelaku agar segera membuat laporan.

“Kami akan kembang dan telusuri korban – korban yang pernah dibegal oleh pelaku. Namun untuk saat ini pelaku kami kenakan dengan UU darurat No 12 Tahun 1951 yang ancaman pidana dua belas tahun penjara,”pungkasnya (And)