Beranda Kriminal Polisi Tetapkan Dua Pelaku Pengrusakan Stadion Jakabaring

Polisi Tetapkan Dua Pelaku Pengrusakan Stadion Jakabaring

PALEMBANG, — Setelah dilakukan pemeriksaan, Akhirnya petugas kepolisian Satreskrim Polresta Palembang, menetapkan dua tersangka dari empat pelaku yang diamankan karena melempar kursi dan menyalakan mercon di stadion Jakabaring Palembang, saat pertandingan Liga 1 Gojek Traveloka, antara Sriwijaya FC vs Arema FC, pada Sabtu (21/7) sore lalu.

Semua pelaku yang berhasil diamankan, masih berstatus usia pelajar, dan dibawah umur.

Hal tersebut, diungkapkan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara, saat melihat para pelaku diamankan di Mapolresta Palembang, usai melakukan peninjauan kursi di stadion Jakabaring Palembang, pada Senin (23/7) sore.

“Memang suporter yang fanatik dan mudah sekali dikompori ini masih usia SMP-SMA, empat yang sudah kami amankan juga masih kategori anak-anak, jadi mungkin dijerat dengan pasal anak-anak,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Kasus pelemparan kursi tersebut, ditegaskan Kapolda Sumsel, pihaknya akan terus usut karena semestinya pelaku berjumlah lebih dari empat orang, mengingat total kursi yang dilempar mencapai 373 set.

- BACA JUGA  Gara-Gara Saling Pandang, Dua Saudara Bacok Tetangga

Dijelaskan Kapolda Sumsel, Untuk sementara pihaknya selaku pemegang otoritas keamanan membekukan izin pertandingan apapun di stadion Jakabaring sampai Asian Games 2018 selesai dilaksanakan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari pengakuan tersangka, aksi pelemparan kursi bermotif kekecewaan suporter terhadap majemen Sriwijaya FC, bukan karena kekalahan Saat menghadapi Arema FC. Namun asas kriminal tetap akan ditegakkan dan dikenakan pasal 170 tentang pengrusakan aset negara secara beramai-ramai serta terancam penjara 7 tahun.

“Berdasar kesaksian tersangka,  aksi pelemparan kursi terjadi spontanitas. Namun bisa jadi ada aktor intelektual di baliknya, akan kami usut kemungkinan tersebut kalau memang ada buktinya,” bebernya Kapolda.

Kejadian tersebut, lanjut anggota polisi nomor satu di Sumsel ini, menjadi indikator persiapan Asian Games dari sisi keamanan dan pihaknya mengaku malu karena persiapan yang mendekati matang nyatanya harus tercoreng oleh aksi suporter.

- BACA JUGA  Dijanjikan Masuk PNS, Dewi Ditipu Rp.90 Juta

Ia menambahkan sulit untuk membekukan tiga kelompok suporter sriwijaya FC, karena mereka masih memiliki hak berkumpul dan mendukung, sedangkan perusakan kursi hanya dilakukan oleh oknum suporter yang tak bertanggung jawab.

“Tersangka pelemparan kursi yang diamankan Polresta Palembang berinisial P, dan FB. Sedangkan pelaku MF dan RM diamankan karena berkelahi serta menyalakan mercon,” jelas Kapolda Sumsel.

Sedangkan salah satu tersangka berinisial FB, saat ditanya perihal kelakuannya yang melempari kursi stadion, mengaku dirinya terpaksa, karena hendak meluapkan kekesalannya, terhadap manajemen SFC yang sudah membuat beberapa pemain bintangnya meninggalkan SFC, yang diduga menunggaknya gaji.

“Kami hanya kesal pak, emosi melihat pemain bagus-bagus pergi dari SFC. Jadi kami rusak kursi stadion, dan melemparnya ke dalam lapangan, saat SFC bertanding melawan Arema,” ungkap remaja putus sekolah ini, sambil menyesali perbuatannya. (Cdr)