Beranda Kriminal Kasus Dugaan Pemerkosaan Bidan Desa Masih Misteri

Kasus Dugaan Pemerkosaan Bidan Desa Masih Misteri

# Hasil Labfor Diduga Tidak Ada Pemerkosaan

PALEMBANG– Kasus dugaan perampokan yang disertai pemerkosaan terhadap seorang bidan desa Berinisial YL (24) di poskesdes Desa pelabuhan dalam Kecamatan pemulutan, Ogan Ilir yang terjadi pada Selasa (19/2) dinihari lalu masih menyimpan misteri.

Pasalnya, setelah dilakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang terkait dugaan perkosaan dan perampokan yang dilakukan oleh sejumlah orang terhadap Bidan Desa tidak ditemukan alat bukti yang mendukung terjadinya suatu tindak pidana pemerkosaan.

” Secara ilmiah tidak ada alat bukti sebagaimana yang biasa terjadi pada pemerkosaan terhadap bidan tersebut ” ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain saat ditemui di Mapolda. Sumsel Jum’at (22/2).

Menurut Kapolda, dari pengolahan secara ilmiah di tempat kejadian tidak ditemukan bekas sperma atau bukti lain. ” Memang ada cairan, saat kami cek dan bawa ke labfor, ternyata memang bukan sperma. Tidak ada sperma sama sekali. Mohon maaf tidak terjadi pemerkosaan berdasarkan pemeriksaan ilmiah,” Jelas Kapolda.

Dikatakan Kapolda, alasan kuat yang mengatakan bahwa kasus tersebut bukan pemerkosaan dilihat apakah ada sperma atau tidak. Dari awal tim yang diturunkan terjadi debat, yang satu mengatakan ada cairan sperma yang satunya lagi mengatakan bukan.

“Melihat dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, kasus perkosaan biasanya terdapat bukti cairam sperma ataupun bulu-bulu ditempat kejadian. Tetapi dalam hal ini tidal didapatkan barang bukti seperti itu. Meski seperti itu kami tidak berasumsi bahwa ini bukan kasus pemerkosaan, itu pemeriksaan secara ilmiah,” katanya

Selain itu, lanjut Kapolda, mengenai keterangan saksi korban yang menyebutkan ada lima pelaku yang diduga melakukan perkosaan terhadap bidan tersebut, pihak kepolisian pun tidak menemukan bukti. ” Malam kejadian itu katanya becek. Tapi tidak ada jejak kaki di sekitar rumah korban. katanya ada orang lima pelakunya. Tapi jidak ada jejak kaki, dan bekas jari-jari,” ungkap kapolda.

Meski demikian, saat ini polisi masih menunggu hasil visum di rumah sakit bhayangkara Palembang. Sedangkan untuk kasus perampokannya masih dilakukan pendalaman lebih lanjut.

“Saat ini polisi masih menunggu hasil visum. Untuk perampokan belum tahu, nanti harus di buktikan juga masih akan kita kembangkan lagi. Dari pengakuan korban itu diperkosa, yang lebam itu katanya di bentur-kan, tetapi dari sebanyak pertanyaan masih simpang siur,” Ucap Kapolda.

Diketahui sebelumnya, YL merupakan bidan desa di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, diduga telah menjadi korban perampokan dan diperkosa yang dilakukan oleh lima orang yang belum diketahui identitasnya. (Rian)