Beranda Sumsel M. Ikhsan : Isu Pembatalan SK Noer Fajriansyah itu tidak benar

M. Ikhsan : Isu Pembatalan SK Noer Fajriansyah itu tidak benar

M. Ikhsan, Ketua Carateker KNPI Sumsel saat bertemu Cahyo Rahadian Muzhar, Sekretaris Jenderal Administrasi Hukum Umum

PALEMBANG – Terkait isu pembatalan SK Kemenkumham kepengurusan DPP KNPI Noer Fajriansyah yang diklaim kubu Haris Pertama, dibantah M. Ikhsan Ketua Carateker KNPI Sumsel. Malah menurutnya, isu yang disebar oleh kubu Haris Pertama dinilai telah menyebarkan berita yang diduga bohong atau Hoak. Pasalnya isu yang disebarkan hanya berupa fhoto bukan SK dari Kemenkumham yang menyebut kepengurusan DPP KNPI Haris Pertama adalah yang sah.

M. Ikhsan, Ketua Carateker KNPI Sumsel dibawah kepengurusan Noer Fajriansyah menyampaikan bahwa baru saja dirinya berbincang dengan Dirjend AHU (Administrasi Hukum Umum) Cahyo Rahadian Muzhar dan menanyakan kebenaran isu Pembatalan SK Noer Fajriansyah.

Dari hasil pertemuannya, M. Ikhsan menyebut bahwa Cahyo mengatakan pertemuan antara Menteri Hukum dan HAM bersama Haris Pertama dan jajarannya hanya pertemuan biasa.

“tadi ketemu sama pak Cahyo (Dirjend AHU), pak Cahyo memastikan kalau pertemuan itu hanya pertemuan biasa, dan tidak ada tanda tangan pembatalan SK ataupun SK baru. SK itu kan semua melalui sistem komputerisasi, berdasarkan dasar hukum dan berita acara, jadi yang ditanda tangani (fhoto itu) hanya disposisi proposal acara dan isi pertemuan, hanya silaturahmi menceritakan kepemudaan,” jelasnya menirukan perkataan Cahyo Rahadian. Rabu malam, (22/1)

Jadi menurutnya yang disampaikan Dirjend AHU tersebut bisa dipastikan tidak ada yang namanya pembatalan-pembatalan SK itu, karena pembatalan SK harus melalui PTUN. Kalaupun ada yang mau membuat organisasi baru ga bisa juga memakai nama KNPI.

Ia melanjutkan, jika masih ada orang yang bicara SK Kemenkumham kepengurusan DPP KNPI Noer Fajriansyah harus menunjukkan bukti fisik seperti SK.

“kalau ada yang ngomong begitu, tunjukkin SK nya mana? Karena SK itu bentuknya surat buka fhoto.” Sindirnya mengakhiri (yud)