Beranda Kriminal Penjual Tuak Divonis Denda Rp 3 Juta

Penjual Tuak Divonis Denda Rp 3 Juta

 

PALEMBANG– Meski beralasan untuk mencari uang tambahan dari usahanya berjualan makanan dan minuman ringan di warungnya,seorang penjual minuman jenis tuak bernama Erwin Sianturi divonis Hakim Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Pengadilan Negeri Kota Palembang, Mangapul Manalu dengan pidana penjara dua minggu atau denda Rp 3 juta. Hal ini terungkap dalamĀ  sidang di Pengadilan Negeri Kota Palembang, Jumat (21/2/2020) petang.

Menurut Hakim, berdasarkan keterangan saksi yakni dua anggota Tim Hunter Polresta Palembang dan barang bukti 31 jeriken tuak atau total sebanyak 930 liter terdakwa Erwin terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang Nomor 11 Tahun 2006 tentang peredaran minuman keras.

” Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang ada, Apa yang dilakukan terdakwa, bertentangan dengan program pemerintah memberantas peredaran minuman alkohol tanpa izin. Untuk itu, terdakwa diputuskan bersalah dan dijatuhi hukuman membayar denda sebesar Rp 3 juta atau hukuman pidana penjara selama 2 minggu” kata Hakim Mangapul Manalu.

Mendengar vonis yang dibacakan Hakim, Terdakwa Erwin menyatakan menerima putusan tersebut dan akan membayar denda sebesar Rp 3 Juta. “Saya terima, Yang Mulia. Hukuman denda Rp 3 juta,” ujar Erwin.

Dalam persidangan terdakwa Erwin mengakui seluruh tuak yang dikemas dalam 31 jeriken itu miliknya. Dimana menurutnya, tuak tersebut dijual untuk menambah pendapatannya yang berjualan makanan ringan dan minuman di warung miliknya. “Berjualan tuak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari” kata Erwin saat sidang Pengadilan Negeri Kota Palembang, Jumat (21/2) petang.(Red)