Beranda Kriminal Kasus Perampokan Toke Kopi Pagaralam Direkonstruksi

Kasus Perampokan Toke Kopi Pagaralam Direkonstruksi

 

PALEMBANG   —   Kasus perampokan seorang toke kopi dari Pagaralam bernama Darul Kutni (45) yang terjadi pada Sabtu (5/8) lalu yang mengakibatkan korban tewas karena kehabisan darah di rekonstruksi oleh Subdit III jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Ada tiga tersangka yang berhasil diringkus yakni Eko Riyadi (39)warga Jalan Tebat Serai, Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Misgianto alias Belawong (31) warga Dusun IV Tri Tunggal, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal, Kabupaten Banyuasin dan Gusti Komang Sujana (41) warga Desa Lubuk Seberuk.

Dalam rekonstruksi yang digelar  senin (18/11) sekitar pukul 10.30 WIB di Lapangan Tembak Polda petugas menghadirkan tiga tersangka dari tujuh tersangka yang melakukan aksi perampokan tersebut. Tampak Istri korban Lismawati (40) dan kedua anaknya Dinda Anugrah (18) dan Ahmad Brilian Alam (16) dalam rekonstruksi tersebut.

- BACA JUGA  Jual Sabu Ke Polisi, Ahmad Digelandang Ke Kantor Polisi

Dalam rekonstruksi tersebut terungkap jika sebelum melakukan aksinya, ke tujuh tersangka yang berjumlah 7 orang berkomunikasi untuk bertemu. setelah bertemu. Para tersangka sempat membagikan senjata api rakitan dan tidur di kebun kopi menunggu malam semakin larut.

Sekitar Pukul 02.00 WIB, para tersangka kemudian memasuki rumah korban di Desa Bandar, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam. Dengan menggunakan kayu balok berukuran 2 meter para pelaku mendobrak pintu rumah korban dan menyekap anak korban Ahmad Brilian.

“Pas dirampok saya diikat, kaki, mulut dan tangan semua diikat. Saya juga ditodong pistol dan mereka tanya dimana kamar bapak, gak lama mereka pergi terdengar suara tembakan,” kata Ahmad Brilian saat menghadiri rekonstruksi, Senin (20/11).

- BACA JUGA  Alasan Hidupi Neneknya, Levi Maling HP

Sadisnya, sebagai toke kopi Darul dirampok dan ditembak dihadapan istrinya dengan jarak tidak lebih dari 3 meter. Para tersangka langsung keluar rumah dengan membawa uang tunai hasil penjualan kopi sebesar Rp 500 juta dan korban tewas karena kahabisan darah.

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel kemudian berhasil menangkap 3 tersangka  (6/11) lalu dan diketahui sudah beraksi sejak 9 tahun terakhir. 4 pucuk senjata api jenis revolver berhasil diamankan, sampai saat ini polisi masih memburu 4 pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya.

Sementara, Isteri dan anak korban yang melihat proses rekonstruksi terlihat histeris. “Dia sudah dimasuki iblis, dia tega bunuh suamiku dan buat kami sengsara. Salah kami apa ya Allah,” ucap Lismawati menangis histeris.(And)