Beranda Kriminal Usai Terima Remisi Bebas, Pensiunan Kemenkumham Kembali Ditahan

Usai Terima Remisi Bebas, Pensiunan Kemenkumham Kembali Ditahan

PALEMBANG,– Malang yang dialami Wulan Purnama Sari (41), belum sempat menghirup udara bebas setelah mendapatkan remisi bebas masa tahanan di Lembaga Pemasyarakan Perempuan di Jalan Merdeka pada hari Sabtu (17/08) beberapa hari lalu. Ia pun terpaksa harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polresta Palembang.
Pasalnya warga Jalan Inspektur Marzuki Komplek Wirajaya III Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang ini, telah melakukan tindak pidana kasus Penipuan dan Penggelapan.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kanit Pidana Khusus, Iptu Hary Dinar, menjelaskan bahwa tersangka yang merupakan seorang ibu rumah tangga ini ditangkap karena melakukan Penipuan dan Penggelapan terhadap beberapa orang.
“Ibu ini memastikan kepada korbannya bahwa dia bisa memasukkan kerja jadi PNS di Kemenkumham. Namun, setelah kami telusuri ternyata itu hanya pengakuan dia saja,” ucap Iptu Hary Dinar, saat diwawancarai awak media, pada Selasa (20/8).
Dalam modusnya, lanjut Hary, tersangka mengaku punya seorang kenalan di Kemenkumham dan menunjukkan surat tugas palsu untuk meyakinkan para calon korbannya. “Setelah meyakinkan korbannya, dia menyerahkan formulir dan meminta sejumlah uang kepada korban, untuk terakhir ini sebesar Rp 180 juta, sebelumnya ada Rp 60 juta dan Rp 100 Juta,” jelas Iptu Hary.
Usai kejadian tindak pidana tersebut, Iptu Hary menghimbau kepada masyarakat jangan mudah percaya jika ada seseorang yang menawarkan diri bisa menjadi perantara untuk menjadi PNS, karena selain bertentangan dengan hukum, korban juga bisa mengalami kerugian materi.
“Jangan percaya dengan jalur-jalur seperti itu, karena rekruitmen PNS sudah tertib dan ada prosedurnya. Ini saja ada 5 orang korban yang sudah melapor, sejauh ini baru 3 laporan yang kami proses. Tersangka Kami kenakan Pasal 378 dan 372 dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” tegasnya.
Sedangkan Wulan Purnama Sari,  menurut pengakuannya bahwa dahulunya dia adalah seorang PNS di Kemenkumham dan dipensiunkan pada tahun 2015.
“Saya sudah melakukan ini sejak tahun 2008, ada 20 orang yang saya bantu, dan 5 orang ini yang gagal masuk. Saya sudah mau mengembalikan uangnya tapi yang bersangkutan melaporkan saya,” tutupnya. (Cdr)
- BACA JUGA  Bayar Wanita Dengan Uang Palsu, Pria Ini Diringkus.