Beranda Kriminal Polres Resort Way Kanan di Praperadilkan

Polres Resort Way Kanan di Praperadilkan

LAMPUNG- Pengadilan Negeri (PN) Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan Lampung, menggelar sidang praperadilan Kepolisian Resort Way Kanan oleh PT. Neyva Putri Sriwijaya, Selasa (19/7) pagi.

Persidangan yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Maharta Noerdinsyah, SH. selaku hakim tunggal sidang praperadilan tersebut merupakan sidang lanjutan ketiga, dengan menghadirkan saksi-saksi dari PT Neyva Putri Sriwiyaya, guna menerangkan keabsahan administrasi pengiriman BBM dan kelengkapan surat menyurat perusahaan selaku pemohon praperadilan.

Sementara PT. Neyva Putri Sriwiyaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agen dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) industri jenis solar dan premium tersebut yang beralamat di Palembang Sumatera Selatan.

Perusahaan ini menggugat Polres Way Kanan atas dugaan kesalahan prosedur penangkapan armada PT. Neyva yang dilakukan oleh Polres Way Kanan pada bulan Juni 2015 yang lalu.

- BACA JUGA  Keberadaan Irawan Terpantau alat GPS

Kemudian PT. Neyva Putri Siriwijaya, melalui kuasa hukum Rocky Marbun, SH., MH. mengatakan, Polres Way Kanan sudah melakukan penangkapan armada truk pengangkut BBM milik PT. Neyva, Namun dalam penangkapan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan prosedur seperti ketentuan dalam KUHP, tanpa disertai adanya surat penangkapan dan penahanan barang bukti.

Salah satu tindakan hukum Polri dalam bidang penegakan hukum, dimana akan dikaji dalam permohonan praperadilan ini, berkaitan dengan proses pra-adjudikasi oleh Polri yaitu tindakan hukum yang dilakukan dalam tahapan penyelidikan dan penyidikan. Dimana pemohon ditangkap dan ditahan serta penyitaan tanpa terpenuhinya syarat formil oleh termohon.

“Korban pun mengalami kondisi yang menderita secara fisik dan psikis, begitu pula pemohon juga menderita kerugian material,” ujar Rocky Marbun, SH MH kuasa hukum PT. Neyva Putri Siriwijaya.

- BACA JUGA  Dua Terdampar, Satu Karam

Rocky menambahkan, Bahwa dengan melakukan penangkapan, penahanan, pemeriksaan dan penyitaan aset pemohon yang mengabaikan syarat formil dan syarat materil tidak berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan tersebut.

“Termohon sangat arogan dan sewenang-wenang (willekeur) mengabaikan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya, karena mungkin merasa memiliki kekuasaan yang absolut,”ungkapnya.

“Kami hanya menuntut, Polres Way Kanan meminta maaf kepada PT. Neyva Putri Sriwijaya melalui media cetak maupun elektronik dan menerangkan bahwa PT. Neyva Putri Sriwijaya merupakan perusahaan yang legal dan mempunyai kelengkapan dalam bidang distribusi pengangkutan bahan bakar industri, guna pemulihan nama baik perusahaan dimata para konsumen,” Harapnya.

Sementara Sidang hari ini selesai dan akan dilanjutkan besok, dengan menghadirkan saksi-saksi yang meringankan dari Polres Way Kanan selaku termohon. (Cdr)