Beranda Nasional Aceh Jembatan Dibongkar, Siswa Naik Boat Ke Sekolah

Jembatan Dibongkar, Siswa Naik Boat Ke Sekolah

ACEH  –-  Pasca ditutupnya jembatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen sejak Senin (13/3)  menimbul  berbagai danpak dan  masalah bagi warga sekitar. Masalah yang dirasakan warga diantaranya jalan berdebu, jarak tempuh sangat jauh sehingga membutuhkan waktu yang lama, serta omzet penjualan pedagang turun drastis.

Untuk menyiasati hal tersebut, sebagian siswa dan masyarakat di sekitar jembatan memilih naik boat untuk menyeberangi sungai di bawah jembatan yang sedang dibongkar. Meski  begitu berisiko, alternatif ini segaja dilakukan karena dapat menghemat biaya dan waktu, dibanding melintasi jalan alternatif yang jaraknya mencapai 8 Km serta berdebu.

Salah seorang pemilik boat, Yusrizal atau sering disapa Ayi, kepada sumateradeadline.co.id mengatakan, ”Masyarakat dan siswa lebih memilih naik boat karena jarak tempuh yang jauh dan berdebu. Biasanya, mereka hanya menempuh jarak 1 Km untuk berbelanja dan berangkat ke sekolah, tapi sekarang harus menempuh jarak 8 Km”ungkapnya Senin (20/3).

Selain itu, Yusrizal mengungkapkan, dengan menggunakan jasa boat miliknya dapat menghemat biaya dan waktu, meskipun sedikit beresiko karena harus mengarungi arus sungai yang lumayan deras. Biaya yang diambil hanya Rp 2.000 untuk pelajar, dan Rp 3.000 untuk masyarakat umum.

Muhammad Ridha, siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kuta Blang mengatakan, ia sudah sejak hari Jum’at (17/3) naik boat untuk kesekolah . Ongkos yang dikeluarkan sebesar Rp 2.000 untuk sekali naik. Sementara naik bus ongkosnya Rp 3.000 dan waktu tempuhnya juga lebih lama. “Jadi, saya lebih memilih naik boat dari pada naik bus karena bisa menghemat uang dan waktu”, tutup Ridha sambil tersenyum. (doel)