Beranda Sumsel Ogan Ilir Warga Harapkan Pemkab OI Benahi Jembatan Transmigrasi KTM

Warga Harapkan Pemkab OI Benahi Jembatan Transmigrasi KTM

Jembatan penghubung antara Sungai Rambutan dan KTM

 

INDRALAYA    —   Jembatan besi sepanjang Kurang lebih 50 meter yang merupakan jembatan penghubung Desa Sungai Rambutan ke Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terancam putus.

Jembatan yang menjadi urat nadi dua desa tersebut, saat ini keadaannya sudah sangat memprihatinkan. Dari dulu hingga sekarang baru satu kali di rehab pemerintah. Sedangkan Jembatan Beton yang baru dibangun sebagai jembatan pengganti tak kunjung selesai.

Kondisi tersebut  membuat masyarakat dua desa ini mengeluh, pasalnya hasil perkebunan yang mereka tanam biasanya dapat di keluarkan melalui jembatan besi sungai rambutan,namun untuk saat ini  mereka harus mutar dua kali lipat dari biasanya  melalui desa Pule dan pulau kabal untuk mengeluarkan hasil kebun mereka ke pasar Indralaya.

“Iya, jembatan ini sudah lama  tidak dilalui transportasi Desa seperti Bis Damri, ini yang menyebabkan kami harus mengeluarkan ongkos yang lebih besar untuk mengantarkan hasil kebun ke pasar Indralaya dengan menggunakan jasa ojek atau menyewa mobil pick up,”ungkap Jir warga Indralaya Utara Jum’at  (19/5)

Selain itu, Jir  juga berharap kepada pemerintah daerah kiranya jembatan Beton dapat segera selesai di bangun dengan  demikian giat perekonomian di dua desa tersebut dapat kembali normal.

Dengan keadaan jembatan seperti ini, lanjut Jir, bukan hanya petani sayur yang mendapat dampak, tetapi masyarakat yang mempunyai kebun karet dan sawit pun terdampak akibat Jembatan yang sudah tidak layak di lalui ini.

“Kalau petani karet dan sawit biasanya kendaraan yang di gunakan pembeli buah dan getah berjenis truk, semenjak kondisi jembatan sudah tidak layak di lintasi, mereka pun beralih menggunakan mobil kecil untuk ngepok buah dan biaya transportasinya mahal atau mutar menggunakan truk yang jauhnya bisa tiga kali lipat jauhnya dari jalan yang biasanya,”jelas Jir

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Ogan Ilir Asmiran melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Transmigrasi Ahmad Saili St menjelaskan apa yang menjadi kendala hingga proyek tersebut belum berjalan adalah proses dan mekanisme di pemerintahan, untuk dana rehab jembatan lama dan lanjutan jembatan baru sudah tersedia, artinya tinggal menunggu proses pelelangan di mulai.

“Secara keseluruhan, untuk melanjutkan pekerjaan baik jembatan lama maupun jembatan  baru anggarannya sudah tersedia ,tinggal menunggu proses lelang yang akan di laksanakan dinas dalam tahun ini.artinya masyarakat jangan risau dengan keadaan jembatan sekarang insya Allah dalam tahun ini jembatan lama akan kita rehab serta melanjutkan pekerjaan jembatan yang baru,”Kata Saili di ruang kerjanya.

Ketika di tanya kapan proses lelang akan di mulai, saili sendiri tidak dapat menjawab dengan pasti kapan dimulainya pelelangan, namun ia pastikan  jika dalam tahun ini lanjutan jembatan akan berjalan . “Untuk memulai proses lelang itu bukan wewenang saya,  insya Allah dalam tahun ini proyek tersebut berjalan,”tutupnya (win)