Beranda Kriminal Pelaku Penyerangan Satu keluarga mengaku Kesal istrinya Diinjak-injak

Pelaku Penyerangan Satu keluarga mengaku Kesal istrinya Diinjak-injak

PALEMBANG,  —  Setelah menerima laporan dari korban peristiwa penyerangan terhadap satu keluarga, yang mengakibatkan enam orang mengalami luka bacok. Jajaran kepolisian unit Reskrim Polsek SU II Palembang, langsung bergerak cepat. Tak butuh waktu lama, petugas berhasil meringkus dua pelaku penyerangan.

Kedua pelaku yang diamankan adalah Lukman dan Sani, warga jalan KH Azhari lorong Perbatasan Kelurahan 10 Ulu Kecamatan SU II Palembang, keduanya diamankan pada Senin (18/2) malam.

Ketika ditemui di Mapolsek SU II Palembang, pelaku Sani yang melakukan penyerangan dengan senjata tajam jenis Pedang, mengaku terpaksa melakukan penyerangan tersebut, lantaran kesal melihat istrinya sudah di injak-injak oleh pelaku sekitar orang lima.

- BACA JUGA  Jual Ineks ke Polisi, Dua Kurir Diamankan

“Waktu itu saya usai sholat mendengar teriakan-teriakan. Jadi saya keluar, saya lihat istri saya sudah di injak-injak. Saya naik darah pak, jadi saya bawa pedang, saya serang mereka pak. Keluarga saya yang lain hanya pakai tangan kosong,” ungkap Sani.

Diakui mertua dari pelaku Lukman, peristiwa kejadian tersebut diawali masalah dendam diantara kedua keluarga yang saling bertetangga.

“Diawali dari sidang, mereka ajukan banding. Mereka itu sudah sering menantang kami, tapi kami diamkan saja. Nah, kemarin mereka mendatangi rumah anak dan menantu saya. Disitulah, setelah saya selesai sholat Magrib, saya emosi melihat istri saya di injak-injak,” jelasnya.

- BACA JUGA  Diajak Main Ke Kosan Teman, Remaja Putri Nyaris Diperkosa

Sementara itu, ditempat yang sama, Kapolsek SU II Palembang, Kompol Yenny, melalui Kanit Reskrim Ipda Andrean, membenarkan adanya peristiwa penyerangan terhadap satu keluarga.

“Dalam kejadian tersebut, ada enam orang yang mengalami luka-luka, dan dibawa kerumah sakit untuk dilakukan perawatan. Untuk motifnya, sementara ini masih di dalami, namun diduga hanya selisih paham,” bebernya.

Untuk barang bukti yang diamankan, lanjut Ipda Andrean, ada satu bilah senjata tajam jenis Pedang yang digunakan pelaku untuk menyerang korban.

“Saat ini baru dua pelaku yang diamankan, diduga pelaku lebih dari dua, hingga kini masih dalam pengejaran,” tutupnya. (Cdr)