Beranda Peristiwa Demonstrasi Tidak dapat ganti Rugi, Puluhan Massa Gelar Unjuk Rasa

Tidak dapat ganti Rugi, Puluhan Massa Gelar Unjuk Rasa

PALEMBANG– Puluhan massa yang tergabung dalam Posko Menangkan Pancasila Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Provinsi Sumsel, Rabu(17/10). Mereka menuntut hak ganti rugi yang hingga saat ini belum diberikan.

Dalam orasinya, Koordinator aksi Edo susilo meneriakan jika tanah Efendi dan Halawati yang berada di Kampung 8 Ulu jakabaring kecamatan sebrang Ulu I Palembang belumlah mendapat ganti rugi, akan tetapi yang mengejutkan justru ada nama lain yang menerima ganti rugi atas tanah mereka.

Padahal berdasarkan sertifikat hak pemilik nomor 539 kampung 8 ulu tanggal 29 April tahun 1981 tanah tersebut milik Efendi pada persil nomor 972 kampung ulu seluas 300meter dengan bukti akta jual no 203/Su.I/1981 pada tanggal 28 oktober 1981 nor 5237 kampung ulu adalah sah dan belum mendapat ganti rugi.

- BACA JUGA  Mahasiswa FISIP UIN RF Tuntut Fasilitas Dan Akreditasi Fakultas

Begitu juga dengan tanah milik Halawati pada perwil 970 seluas 300m dengan bukti kepemilikan berupa akta jual beli nomor 200/SU.1/1981 pada tanggal 28 oktober 1981 nomor 5237 kampung ulu adalah sah dan belum mendapat ganti rugi. Sementara saat ini Institut olahraga Indonesia (OIO) masih terus melakukan pembangunan di tempat tersebut.

Maka dari itu, para peserta aksi meminta rugi tersebut kepada yang bersangkutan. “Bongkar praktek mafia tanah yang berada di Sumsel, pecat seluruh oknum yang terlibat penggelapan ganti rugi lahan di Sumsel dan laksanakan pasal 33 dan UUPA No 5 tahun 1960” teriaknya.

- BACA JUGA  Dihina Melalui Instagram, Ratusan Driver Ojek Online Demo Mahasiswa UBD

Disamping itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Edwar Candra saat di konfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelidiki dokumen-dokumen terkait tanah itu dan pihaknya juga sudah melakukan rapat internal.

“Dari dokumen yang ada akan kota musyawarahkan dan Penelitian berkas. Tadi rapat internal belum selesai karena ada yang belum hadir, Rencananya secepatnya akan di lakukan lagi. Sejauh ini memang belum di berikan ganti rugi kepihak yang bersangkutan,”jelasnya. (Rian)