Beranda Palembang Terkendala Lahan, Jembatan Musi VI Belum Berfungsi Saat Asian Games

Terkendala Lahan, Jembatan Musi VI Belum Berfungsi Saat Asian Games

PALEMBANG – Pengerjaan Jembatan Musi VI terancam tak selesai sebelum perhelatan Asian Games digelar 18 Agustus mendatang. Pembebasan lahan menjadi penyebab tersendatnya pengerjaan jembatan penghubung Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi VI, Fauzi mengatakan, setidaknya ada 45 Persil yang belum dibebaskan oleh pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“30 Persil di Seberang Ilir dan 15 Persil di Seberang Ulu, atau persisnya sekitar 300 meter di Seberang Ilir dan 200 meter di Seberang Ulu,” ucap Fauzi, Selasa (17/7).

Lanjutnya, permasalahan pembangunan Musi VI ini klasik, jika seandainya sudah rampung pembebasan lahan maka diyakini pihaknya akan sekuat tenaga menyelesaikannya. “Kalau ditanya apa selesai sebelum Asian Games, kalian bisa tebak sendiri,” ujarnya.

- BACA JUGA  Rumah Zakat Sumsel Targetkan 12 Desa Berdaya

Meski demikian, pengerjaan fisik jembatan masih terus dilakukan dan tak menemui kendala berarti. Diantaranya pengecoran lantai jembatan dan perapian sejumlah bagian di bangunan utama.

“Pengerjaan masih jalan, malah kalau kerjaan banyak kita tambah lagi pekerja. Untuk pengecoran hampir selesai,” tambahnya.

Fauzi menjelaskan, untuk sisa pengerjaan fisik sampai saat ini realisasinya sudah mencapai 64,974 persen dari target rencana 65,752 persen. Artinya pengerjaan saat ini deviasi 0,778 persen dari target. Secara kontrak pembangunan Jembatan Musi VI ini selesai sampai akhir Desember 2018 mendatang.

- BACA JUGA  Sistem Onfarm Mampu Perbaiki Harga Beli Beras Ditingkat Petani

“Jadi kalau sampai batas waktu tersebut pembangunanya belum selesai nanti kami akan melapor ke atasan kembali,” jelasnya.

Fauzi mengungkapkan, pembebasan lahan tersebut tak hanya soal rumah milik warga, namun juga ada ruko yang dijadikan sebagai tempat usaha. Menurut sepengetahuan pihaknya, telah ada kesepakatan dengan warga untuk persoalan pembebasan lahan. Artinya sudah sepakat dan tinggal pembayaran yang akan dilakukan oleh Pemprov Sumsel.

“Sepengetahuan kami sudah ada sepakat, tinggal pencairan oleh Pemda. Info terakhir masih dalam proses pencairan yang dilakukan oleh BPKAD Pemprov Sumsel,” tukasnya.(Dee)