Beranda Pendidikan Daftar PTN, Peserta Harus Ikuti Tes UTBK

Daftar PTN, Peserta Harus Ikuti Tes UTBK

 

PALEMBANG – Tahun ini pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 ada perubahan sistem, pasalnya sistem Ujian Tullis Berbasis Komputer (UTBK) lebih cepat prosesnya dan lebih transparansi. Dimana setiap calon peserta harus mengikuti tes UTBK agar bisa mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, ia mengatakan dalam perubahan sistem tersebut sebaiknya ditanggapi seperti tahun sebelumnya. Hanya saja sistem UTBK lebih cepat prosesnya dan lebih transparansi.

“Sebenernya ujian UTBK ini tidak perlu gugup, sama seperti tahun kemarin, dulu menggunakan base on paper, dan harus ngumpul rame-rame, sehingga terjadi kemacetan jalan, dan bangun kesiangan di waktu sama. Nah sekarang jaman now ini sudah menggunakan IT, agar berjalan lebih cepat dan transparan, walalu pelaksanaan sudah transparan sebelumnya tapi masih perlu waktu. Dan saat ini kita menggunakan screening,” ujar Anis saat konferensi pers di gedung Kantor Pusat Adminitrasi (KPA) Unsri, Rabu (16/01).

- BACA JUGA  Dr Febrian Resmi Jabat Dekan FH Unsri

Anis juga menjelaskan, saat ini SNMPTN tidak lagi dikoordinasi oleh Kemenristek-dikti, yakni dikoordinasi langsung oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) bersifat permanen, dan memiliki manajemen database terintegrasi.

Dengan 3 tahapan seleksi masuk meliputi, SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk PTN), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk PTN) dan Ujian Seleksi Mandiri (USM).

“Perubahan daya tampung mengalami penurunan menjadi 20 persen, dengan angka minimun sesuai potensi untuk SNMPTN. Sedangkan SBMPTN mengalami peningkatan dari 30 persen menjadi 40 persen dan USM maksimum 30 persen,” jelasnya lagi kepada sumatera deadline.

Dalam tahapan SBMPTN ujian menggunakan hasil UTBK terbagi dari Tes Potensi Skolatik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Lanjutnya, Unsri menyatakan siap dalam pelaksanaan seleksi masuk tahun ini. Selain menyiapkan berbagai fasilitas, program lanjutan pola ajar mengajar juga akan terus dikembangkan yakni mempercepat lulusan dengan tepat waktu menjadi 8 semester. 2019 sendiri sudah masuk dalam tahun ketiga.

- BACA JUGA  Melalui Komunitas Teras Pendidikan, Mahasiswa FKIP Unsri Berikan Kelas Inspirasi Kepada Pelajar SMA

“Dulu kita menetapkan kelulusan 8-14 semseter, tapi sekarang kita rubah dan mengutamakan mahasiswa harus lulus dengan jangka waktu 8-10 semester. Demi meningkatkan kapasitas penerimaan masuk untuk mahasiswa baru,” tuturnya lagi.

Prof. Zulkifli Dahlan selaku Humas dan Sosialisasi Unsri menambahkan, batas ujian UTBK dibatasi hanya 22 kali tes dengan perkiraan 22.000 peserta, yang mana dalam satu kali tes berjumlah 1.000 peserta.

“Pelaksanaan disetiap ruang seperti fakultas-fakultas dan perpustakaan di Bukit Besar dan perpustakaan di Indralaya, dengan menyiapkan fasilitas multimedia komputer yang telah disiapkan,” ujarnya.

Secara rinci biaya pendaftaran masuk SBMPTN yakni 200 ribu rupiah dengan ketentuan, setiap siswa diperbolehkan memilih paling banyak dua program studi (prodi) dari satu PTN atau dua PTN.

“Untuk jadwal pendaftaran dimulai dari 1 Maret – 1 April, pelaksanaan 13 April – 26 Mei 2019, dan pengumuman Hasil UTBK 10 hari setelah pelaksanaan UTBK, dengan kuota sekitar 6.300 bagi penerimaan Starata 1 (S1),” tutupnya. (Elsa)