Beranda Ruang Sidang Penggelapan Gelapkan Uang Perusahaan, Warga Belitang Terancam Hukuman 2,5 Tahun

Gelapkan Uang Perusahaan, Warga Belitang Terancam Hukuman 2,5 Tahun

PALEMBANG– Karena telah menggelapkan uang perusahaan ditempatnya bekerja, seorang karyawan bernama Markoni (28) warga Desa Marga Mulya Kecamatan Belitang Kabupaten OKU terancam hukuman penjara 2,5 tahun atau 30 bulan.

Hal ini terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Murni SH membacakan tuntutannya pada sidang di Pengadilan Negeri Palembang Selasa (15/5).

Dalam tuntutan yang dibacakan dihadapan majelis hakim yang diketuai Yunus Sesa SH JPU mengungkapkan bahwa pada 7 Januari 2017 hingga November 2017, terdakwa Markoni selaku Sales marketing pada PT sukses Wama Sejakterah yang bergerak dibidang bahan bangunan telah menggelapkau uang perusahaan kurang lebih Rp 56 juta dari hasil dari penagihan pelanggan di daerah OKU Timur.

- BACA JUGA  Gugatan Terhadap PT Putra Pendawa Perkasa Tidak Dapat Diterima

Hal tersebut telah dibuktikan dipersidangan dan dari keterangan beberapa saksi yang dihadirkan dipersidangan, dimana terdakwa telah membenarkan keterangan saksi saksi dan terdakwa sendiri mengakui perbuatannya.

Dari fakta fakta yang terungkap dipersidangan bahwa terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan pidana sebagaimana didakwa pasal 374 KUHP.

Karena unsur unsur dakwaan tersebut telah terpenuhi ,”maka jaksa berkeyakin telah terbukti melakukan penggelapan dalam jabatan sehingga kami menuntutnya dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan,”terang Murni kepada majelis hakim.

Untuk itu jaksa penuntut umum meminta kepada majelis hakim menjatuhkan pidana yang seadil adilnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terdakwa.

- BACA JUGA  Terbukti Miliki Senpira, Buruh Dituntut 3 Tahun Penjara

Setelah selesai jaksa membacakan tuntutan ketua majelis hakim memerintahkan kepada terdakwa dan penasehat hukum supaya melakukan pembelaan ,”untuk melakuka pembelaan itu kami memberikan waktu selama satu minggu dan sidang kita tunda hingga selasa pekan depan,” jelas Yunus.(Rah)