Beranda Sumsel Muara Enim Warga Pertanyakan Kualitas Air Bersih Di Muara Enim

Warga Pertanyakan Kualitas Air Bersih Di Muara Enim

 

MUARA ENIM,   —   Akhir-akhir ini beberapa sungai yang menjadi sumber air bersih di kabupaten Muara Enim yaitu Sungai Enim dan Lematang kualitasnya dipertanyakan warga. Hal ini terungkap akibat seringnya kedua sungai yang dijadikan sumber utama air bersih yang disalurkan PDAM Tirta Enim ke masyarakat sangat kotor dan agak berbau.

Anas warga Rumah Tumbuh Kelurahan Muara Enim, kecamatan Muara Enim mengatakan beberapa minggu ini suplai air bersih ke wilayah rumahnya kualitasnya sangatlah buruk.

“Air bersih yang disuplai ke rumah warga sangatlah buruk. Kalau yang ke rumah kita airnya masih agak keruh dan sangat terasa kaporitnya,” ungkapnya, Minggu (14/07/2019) saat dibincangi media ini.

Hal senada yang diungkapkan Freddy Boyas warga Kemayoran, kelurahan Muara Enim saat ini kualitas air bersih di Muara Enim sangatlah buruk karena sungai yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Muara Enim sudah tercemar oleh aktifitas pertambangan yang ada dihulu Sumgai Enim dan Lematang.

- BACA JUGA  Ekonomi Sumsel Mulai Menggeliat

“Kita berharap kepada pemerintah daerah khususnya Pemkab Muara Enim atau aparat terkait agar kondisi air sungai enim untuk dicek kelayakan konsumsi atau tidaknya,” harap Freddy.

Masih kata Freddy supaya Dinas terkait untuk dimonitor dan diperhatikan AMDAL pada perusahaan-perusahaan, tambang yg ada di hulu sungai.

“Kita juga meminta agar Pihak terkait terutam Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pertambangan Propinsi Sumatera Selatan untuk mengecek serta mengingatkan perusahaan yang ada di hulu Sungai Enim terkhusu perusahaan tambang agar tidak membuang limbah di Sungai Enim, karena dapat menimbulkan pencemaran lingkungan air sungai tersebut,” lanjutnya.

- BACA JUGA  Kantor Pengadilan Agama Muara Enim Dibobol Pencuri

Freddy juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ini karena hampir seluruh warga kabupaten Muara Enim menggunakan air dari kedua sungai ini.

“Saya sebagai warga yang tinggal di sekitar Sungai Enim cukup prihatin degan kondisi ini. Apalagi masyarakat yang sering menggunakan air Sungai Enim untuk mencuci, memasak, dan juga dikonsumsi sebagai air minum, sangat khawatir dengan kondisi air tesebut layak atau tidaknya digunakan,” urainya.

Diakhir pernyataannya Fredyy mengajak masyarakat serta perusahaan yang adad di hulu sungai Enim dan Lemarang untuk tidak mencemari sungai ini.

“Mari kita bersama-sama jangan cemari sungai Enim dan Lematang kita, sehingga kita mampu wujudkan Kabupaten Muara Enim yang Sehat serta akan mampu mendapatkan Adipura kencana dan menuju Kabupaten Muara Enim Kota Wisata,” pungkasnya. (Nda)