Beranda Kriminal Pelaku Mutilasi Karyawati Indomaret Tertangkap Di Banten

Pelaku Mutilasi Karyawati Indomaret Tertangkap Di Banten

 

PALEMBANG,  —   Setelah sempat menghilang hingga sebulan lebih, pelaku pembunuhan yang disertai mutilasi terhadap korban Fera Oktaria, karyawati Indomarete Sudirman Palembang akhirnya Diringkus.

Pelaku yakni Prada Deri Pramana (DP), oknum TNI yang merupakan kekasih korban, diringkus petugas dari Pomdam II Sriwijaya saat berada di Padepokan Monghiang, Serang, Banten, Kamis (13/6) malam.

“Pelaku terduga pembunuh Fera Oktaria ditangkap saat berada di Padepokan Monghiang, Serang Banten. Dia kami tangkap setelah mendapatkan informasi yang bersangkutan melarikan diri kesana,” kata Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Djohan Darmawan didampingi Asintel Kasdam II/Sriwijaya, Kol Inf Sapta Feriansyah, dan Danpomdam II/Sriwijaya, Kol CPM Siagian Donald di aula Pomdam II Sriwijaya, Jum’at (14 /6).

Menurut Djohan, sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut, korban dan pelaku Deri ini sempat terlibat cekcok mulut karena korban Fera mendesak pelaku untuk segera menikahinya. “Korban ini mendesak Pelaku untuk menikahinya, karena saat itu korban tengah hamil” ungkap Djohan.

Karena masih berstatus dan masih dalam masa pendidikan sebagai Siswa Sartaif di Rindam II/Baturaja, Prada Deri pun menolak untuk segera menikah. Hal inilah yang menjadi pemicu pertengkaran mereka hingga pelaku naik pitam dan membekap Fera hingga tewas. Melihat kekasihnya tewas, Pelaku pun panik dan berusaha untuk menutupi perbuatannya.

- BACA JUGA  Menhumkam: Berikan Pelayanan dan Penegakan Hukum yang Nyata

Di Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli, Kabupaten Musi Banyuasin, tempat keduanya menginap, Pelaku menemukan sebuah gergaji yang kemudian digunakan pelaku untuk memutilasi korban. Namun, baru memotong bagian tangan korban, pelaku pun akhirnya memutuskan untuk keluar penginapan dan membeli sebuah koper.

“Pelaku kalut dan tidak siap untuk segera menikahi korban. Lalu pelaku langsung mendekap korban hingga meninggal dunia. Pelaku sempat ingin menghilangkan jejak dengan memotong-motong bagian tubuh korban, tapi tidak kesampaian. Saat membeli koper, petugas hotel sempat melihat pelaku” kata Djohan.

Dalam kondisi kalut, pelaku pun meninggalkan korban di Penginapan begitu saja. Tanpa membawa motor yang dipakainya, pelaku kemudian menumpang sebuah bus antar kota dengan tujuan kota Bandar Lampung. Saat berada didalam bus inilah, pelaku sempat mengobrol dengan penumpang sebelahnya dan mengungkapkan keinginan untuk memperdalam ilmu agama.

- BACA JUGA  Motor Ditarik Leasing, Dua Karyawan BAF Nyaris Dibakar Konsumen

“Dari sini dia kemudian diarahkan ke Padepokan Monghiang di Banten dan bertemu H. Syar’i, yang merupakan pimpinan padepokan. Beliau sendiri tidak tahu bahwa yang bersangkutan merupakan oknum yang dicari Kodam II Sriwijaya,” terang Djohan.

Selama di padepokan itu juga pelaku berkomunikasi dengan bibinya, dari situlah aparat dapatkan informasi dan langsung mengejar pelaku.
” Saat ditangkap pelaku tidak melawan,” kata Kapendam.

Dari keterangannya Prada Deri yang berstatus masih pendidikan TNI pada saat beraksi, sempat ingin menyerahkan diri tapi takut luar biasa, pelaku juga mengaku sangat menyesali perbuatannya.

“Penangkapan Prada Deri bukti bahwa TNI-Polri tidak tinggal diam dalam mengungkap kasus yang menyedot perhatian masyarakat Sumsel ini, selanjutnya pelaku akan diperiksa dan diserahkan ke pengadilan militer,” demikian Kolonel Inf Djohan. (Red/rian)