Beranda Kriminal Lima Pelaku Penodongan Sopir Truk Diringkus)

Lima Pelaku Penodongan Sopir Truk Diringkus)

PALEMBANG, — Lima komplotan pelaku penodongan sopir truk yang melintas di kawasan Kecamatan Kertapati Palembang, berhasil dibekuk Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Kertapati Palembang.

Kelima tersangka yang ditangkap yakni RM (16), OS (17), Romi Saputra (20), Agung Supriadi (21), dan Bang Ego (23). Dari tangan kelima tersangka, turut juga diamankan barang bukti satu unit sepeda motor dan satu buah ponsel korban.

Kapolsek Kertapati Palembang AKP I Putu Suryawan, melalui Kanit Reskrim Ipda Denny Irawan, mengungkapkan komplotan pelaku ini ditangkap bermula dari laporan sopir truk yang menjadi korban aksi kelima tersangka. Dimana ia sudah ditodong saat melintas di Jalan Srijaya Negara Kecamatan Kertapati Palembang.

“Usai menerima laporan itu, kami pun langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan lima pelaku di kediaman masing-masing. Namun, kita masih mengejar tiga pelaku yang buron,” ungkapnya, saat gelar press release, dihalaman Mapolsek Kertapati Palembang, pada Senin (14/5).

- BACA JUGA  Jambret Nyaris Dibakar Massa

Untuk modus yang mereka lakukan, lanjut Ipda Denny Irawan, bermula dengan cara menghentikan kendaraan yang melintas di tempat kejadian perkara (TKP). “Setelah berhenti, mereka meminta rokok dengan para sopir. Kemudian, ketika korban lengah, salah satu pelaku langsung menodongkan sajam dan merampas uang serta barang berharga milik korban,” bebernya.

Denny menambahkan, kawanan pelaku ini tercatat sudah beberapa kali melakukan aksinya. Bahkan, ada pelaku sudah pernah di penjara dengan kasus yang sama. “Beragam, ada yang lima kali, dua kali dan satu kali. Ada juga yang residivis. Mereka dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara di atas lima tahun,” tegasnya.

- BACA JUGA  Penyelundupan 4 Kg Sabu Asal Aceh Berhasil Digagalkan

Sedangkan salah satu tersangka, yakni Bang Ego mengakui perbuatannya. Dimana ia mengatakan baru pertama kali melakukan aksi penodongan tersebut.

“Kalau sekarang baru sekali Pak. Memang saya pernah di penjara tahun 2017, karena kasus yang sama. Saya terakhir mendapatkan bagian sebesar Rp 200 ribu. Uangnya telah habis dibelikannya ponsel. Saya tidak tahu dapatnya berapa Pak,” jelasnya.

Senada dengan tersangka OS, ia mengatakan bahwa diajak oleh rekannya LN yang masih buron. “LN dan NM yang mengajak saya Pak. Baru sekali juga Pak, itupun karena diajak oleh teman,” tutupnya. (Cdr)