Beranda Kriminal Pembunuh Ramli Hasan Basri Dibekuk Di Muntok

Pembunuh Ramli Hasan Basri Dibekuk Di Muntok

 

PALEMBANG,  —  Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 dan unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang, meringkus pelaku pembunuhan terhadap korban Ramli Hasan Basri (21), warga jalan HM Riyacudu lorong Sabar Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang, pada November 2018 lalu.

Pelaku yang diketahui bernama Mahidin (41) warga jalan Kerangan Tengah Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung ini diringkus saat berada di rumah saudaranya di Kecamatan Muntok Provinsi Bangka Belitung, pada Minggu (12/5) sore.

Guna mempertanggung jawabkan ulahnya, pelaku pun langsung di giring ke Mapolresta Palembang. Ketika ditemui, Mahidin mengaku nekat membunuh korban lantaran masalah dendam, Dimana korban sudah melaporkan adik kandungnya sendiri ke polisi lantaran memakai Narkoba.

- BACA JUGA  Ferdiansyah Cs Gelapkan Uang Perusahaan Mencapai 600 Juta

“Saya tusuk dia (korban-red) pakai pisau pak. Sudah melakukan penusukan, saya terdengar kabar korban meninggal, jadi saya melarikan diri ke Bangka,” ungkap Mahidin, Senin (13/5) siang.

Residivis kasus pembunuhan pada tahun 1994 ini juga mengaku menyesal telah melakukan semua perbuatannya. “Saya menyesal pak. Saya mau bertobat, saya capek hidup di pelarian dan akhirnya harus menjalani hukuman. Kasian anak dan istri saya,” sesal ayah 5 orang anak ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK melalui Wakasat Reskrim AKP Ginanjar Alya Sukmana, ketika ditemui diruang kerjanya, membenarkan anggotanya telah menangkap pelaku pembunuhan di daerah Bangka tersebut.

- BACA JUGA  Pelaku Begal Sopir Travel Ternyata Sepasang Kekasih

“Kita bekerja sama dengan Polsek Muntok Polres Langkat. Dari motif pembunuhan yang dilakukan tersangka, yakni dendam, dimana adik dari tersangka dilaporkan oleh korban ke polisi pasal Narkoba. Kemudian, tersangka mencari korban, dan ketika bertemu tersangka langsung melakukan penusukan terhadap korban,” ungkap Ginanjar.

Lanjut Ginanjar, tersangka sendiri merupakan residivis dengan kasus yang sama dan telah divonis penjara selama 9 tahun.

“Barang bukti yang diamankan, ada satu bilah senjata tajam jenis Pisau yang digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya. Untuk pasal yang dikenakan terhadap tersangka, yakni pasal 338 KUHP, dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Cdr)