Beranda Palembang Kejati Sumsel Terima Uang Sisa Hasil Korupsi Bandara Atung Bungsu

Kejati Sumsel Terima Uang Sisa Hasil Korupsi Bandara Atung Bungsu

 

PALEMBANG,   —   Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan kembali menerima uang penyerahan dari terdakwa korupsi, Muhammad Teguh sebesar Rp 2,3 miliar. Uang itu merupakan sisa hasil korupsi proyek jalan bandara Atung Bungsu Pagar Alam.

“Hari ini kami menerima uang pengganti keugian negara sebesar Rp 2,3 miliar lebih. Uang ini adalah uang pengganti sisa kerugian negara terdakwa atas nama Teguh,” ujar Aspidsus Kejati Sumsel, Raimel Jasaja, saat gelar press release di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, pada Rabu (13/3).

Uang sebesar Rp 2,3 miliar itu, lanjut Raimel Rasaja, merupakan penggenapan dari sisa uang yang telah dikembalikan sebelumnya oleh terdakwa sebesar Rp 3 miliar, pada Selasa (5/3) lalu.

- BACA JUGA  Pemprov Sumsel Apresiasi Jurnalis Perempuan

Dengan begitu, total kerugian negara Rp 5,3 miliar telah dikembalikan seluruhnya oleh pihak terdakwa. Selanjutnya uang yang diketahui dari PT Bana Rahmad Utama ini pun dihitung oleh pihak bank BRI.

“Artinya ini total Rp 5,64 miliar uang yang sudah menjerat terdakwa sudah kembali. Tentunya ini merupakan ihtikad baik dan kesadaran pihak terdakwa atas kerugian negara yang ditimbulkan. Uang ini nanti akan disetorkan ke negara melalui bank BRI,” jelas Raimel.

Sedangkan ditempat yang sama, Julian selaku staf dari perusahaan terdakwa, mengatakan penyerahan semua uang ini merupakan permintaan dari Pak Teguh selaku Direktur Utama di perusahaan tersebut.

- BACA JUGA  Abu Tour Tolak Tandatangani Hasil Pertemuan Dengan Kanwil Kemenag Sumsel

“Totalnya Rp 5,3 miliar diserahkan dengan 2 tahap. Kami berharap pengembalian uang jadi pertimbangan JPU dan majelis hakim di kasus yang menimpa Pak Dirut. Seluruh kerugian kan telah dikembalikan, artinya Pak Teguh berharap dapat keringanan,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, diketahui terdakwa Teguh merupakan kontraktor pembangunan di bandara Atung Bungsu Kota Pagaralam, Sumatera Selatan tahun anggaran 2013.

Terdakwa melakukan korupsi proyek pembangunan bandara Atung Bungsu yang disebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencapai Rp 5,36 miliar. (Cdr)