Beranda Ekobis Target Penerimaan Pajak Sumsel 2019 Naik 20 Persen

Target Penerimaan Pajak Sumsel 2019 Naik 20 Persen

 

PALEMBANG,¬† —¬† ¬†Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun ini menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 15,7 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari realisasi tahun lalu.

Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumsel dan Kepulauan Babel, Imam Arifin mengatakan, dari Pendapatan Negara yang dianggarkan sebesar Rp 2.165,1 triliun, lebih dari 80 persennya atau Rp 1.786,4 triliun berasal dari pajak.

“Sumsel dan Babel mendapatkan porsi target Rp 15,7 triliun. Untuk mencapainya tentu perlu dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah,” ucap Imam saat diwawancarai di Kanwil DJP Sumsel Babel, Rabu (13/3).

- BACA JUGA  OJK Himbau Masyarakat Agar Lebih Teliti Dalam Berinvestasi

Menurutnya, penerimaan negara tersebut digunakan untuk melaksanakan pembangunan di seluruh daerah melalui dana perimbangan, dana transfer umum, dana transfer khusus, dan dana desa.

“Untuk menjamin kelancaran pembangunan di daerah Sumsel, kita berharap dukungan dari pimpinan daerah dan masyarakat. Salah satunya dengan pembayaran dan pelaporan pajak yang benar dan tepat waktu. Dukungan pemerintah daerah lainnya adalah dengan sinergi pelaksanaan program Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP),” jelasnya.

Dikatakan juga, setiap pemohon ijin melalui Pemerintah Daerah, haruslah telah melaksanakan kewajiban perpajakannya, sehingga masyarakat atau pengusaha tidak hanya menikmati hasil pembangunan dan mendapatkan fasilitas melakukan usaha di Sumsel, tetapi juga berkontribusi dan berbagi biaya untuk melaksanakan pembangunan,” terangnya.

- BACA JUGA  Hujan Hanya Sejam, Kota Palembang Dikepung Banjir

Menurutnya, saat ini yang menjadi kendala pemerintah dan Ditjen pajak dalam meningkatkan penerimaan pajak karena tax rasio masih sangat kecil. Jika dibandingkan dengan negara tetangga atau negara maju, angka tax rasio di Indonesia hanya berkisar 12,4 persen. Sementara negara lain sudah di atas 14 persen bahkan di Eropa sudah ada yang di atas 30 persen.

“Untuk meningkatkan pendapatan serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak, kami mengadakan Pekan Panutan Pajak. Disini kami mengingatkan semua wajib pajak untuk segera melaporkan SPT tahunan agar tidak terkena sanksi,” pungkasnya.(Dee)