Beranda Peristiwa Kecelakaan Pejabat Dispora Seruduk Guru Hingga Patah Tulang dan Tewaskan Satu Anak

Pejabat Dispora Seruduk Guru Hingga Patah Tulang dan Tewaskan Satu Anak

 

MUARA ENIM,   —  Kecelakaan maut yang merenggut nyawa terjadi di jalan Proklamasi, Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Kota Muara Enim, Muara Enim, Rabu (12/06), sekitar pukul 07.05 WIB yang disebabkan oleh sebuah mobil dinas (Mobnas) milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), jenis Daihatsu Luxio BG 1173 DZ, dikendarai Nina Deslina (35), pegawai Dispora Pemkab Muara Enim, warga Perumahan BSD, Kelurahan Air Lintang, Kota Muara Enim diduga menyeruduk sepeda motor honda revo BG 6088 OJ, dikemudian Eva Apriani (32), guru SMPN 1 Muara Enim, warga Kompel Permata Hijau, Kelurahan Air Lintang, Kota Muara Enim yang membonceng 2 orang anaknya.

Akibat kejadian itu, penumpang sepeda motor bernama Almira Nabilah (4) putri dari Eva Apriani, mengalami luka parah dan tewas setelah mendapatkan perawatan di RSU dr HM Rabain Muara Enim. Korban mengalami patah tangan kanan, luka dibagian kepala, luka dibagian kaki. Sedangkan Aqila, putri Eva Apriani, yang masih balita yang ikut dibonceng naik sepeda motor tersebut selamat. Begitu juga Eva Apriani selamat, mengalami luka luka dan mendapatkan perawatan di RSU dr HM Rabain Muara Enim.

Selain menyeruduk sepeda motor honda revo yang dikemudikan Eva Apriani, mobil tersebut juga sempat menabrak sepeda moto honda Beat BG 3750 DAB yang dikemudikan Firmansyah (37), warga Jl Proklamasi, Keluarahan Air Lintang, Kota Muara Enim. Serta sepeda motor yamaha fino BG 4119 DAC yang sedang terparkir di depan warung makanan pinggir jalan lokasi kejadian.

- BACA JUGA  Sempat Tembak Polisi, Warga PALI Berhasil Ditangkap

Kemudian mobil tersebut menabrak warung makanan milik Yudi Gustian yang berada di pinggir jalan lokasi kejadian. Saat ini kejadian tersebut telah ditangani petugas Satlantas Polres Muara Enim. Petugas juga telah mengamankan mobil dinas dan sepeda motor yang mengalami kecelakaan tersebut untuk proses penyidikan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu bermula ketika korban Eva Aprinai (32) mengendarai sepeda motor honda revo dengan membonceng anaknya bernama Almira Nabilah (4) Aqilah yang masih bayi menuju tempatnya mengajar di SMPN 1 Muara Enim. Korban berjalan dari arah Jalan Proklamasi menuju simpang 3 Jalan Kirab Remaja. Pada saat itu korban diduga menyalip mobnas Daihatsu Luxio BG 1173 DZ yang dikendarai Nina Deslina (35). Ketika korban menyalip, membuat Nina Deslina menjadi kaget dan berupaya mengerem laju mobilnya. Karena posisi jalan tersebut sedikit menurun.

Sialnya, Ketika Nina berupaya mengerem mobilnya, ternyata bukan pedal rem yang terpijak, melainkan malah pedal gas mobil tersebut yang terpijak. Sehingga mobil itu menjadi melaju kencang menyeruduk sepeda motor korban yang telah berada di depannya. Akibat kerasnya benturan  itu, membuat korban bersama sepeda motornya sempat terseret sejauh sekitar 15 meter. Mobil tersebut juga sempat menabrak sepeda motor honda beat BG 3750 DAB dikemudikan Firmansyah yang berjalan berlawanan arah dari depannya.

- BACA JUGA  Geger...!! Warga Temukan Bayi di Tumpukan Getah Karet

Serta menabrak sepeda motor yamaha fino BG 4119 DAC yang tengah terparpir di depan warung. Mobil tersebut berhenti setelah menabrak bagian depan warung milik Yudi Gustian yang menjual makanan. Kejadian itu sempat menghebohkan warga sekitar. Para pegawai yang tengah melintas untuk berangkat kerja bersama warga sekitar berupaya menolong korban dengan membawanya ke RSU HM Rabain Muara Enim. Tak lama kemudian petugas Satlantas Polres Muara Enim tiba dilokasi kejadian dengan mengamankan kendaraan yang mengalami kecelakaan dan langsung melakukan oleh TKP.

Kasat Lantas Polres Muara Enim, AKP Feby Febriana, ketika dikonfirmasi awak media, Rabu (12/06/2019) membenarkan kejadian tersebut. Namun dia belum mendapatkan laporan dari anggotanya secara lengkap. Dia juga mengaku bahwa dalam kejadian itu penumpang sepeda motor mengalami kritis.

“Benar adanya lakalantas itu, namun saya belum bisa menjelaskannya secara lengkap karena belum ada laporan secara resmi dari anggota kita dilapangan,” tutupnya. (Nda)