Beranda Rilis Pemprov Herman Deru, Gubernur Pertama di Indonesia Respon Instruksi Presiden

Herman Deru, Gubernur Pertama di Indonesia Respon Instruksi Presiden

* Inpres Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Pembangunan Persepakbolaan Nasional

* 26 April 2019, Liga OPD Pemprov. Sumsel Digelar

PALEMBANG – Setelah resmi digulirkannya turnamen Sumsel Super League (SSL) dan Piala Gubernur U-20 Tahun 2019 yang baru saja ditandai Kick Off oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru di Muaraenim, Minggu (31/3) beberapa waktu lalu. Kini giliran liga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov. Sumsel akan segera digelar.

Sejumlah turnamen sepak bola tersebut merupakan bentuk keseriusan Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk memajukan dunia persepakbolaan di Indonesia. Sebagaimana yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

Menurut Ketua Pelaksana Liga H Hendri Zainuddin di Palembang, Jumat (12/4), Liga OPD tersebut rencananya akan mulai Kick Off di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (26/4/2019) mendatang.

“Kita sudah rapat dengan Dispora Sumsel dan liga OPD dimulai 26 April 2019 di Jakabaring,” ungkapnya.

Untuk suksesnya liga tersebut, dia mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh OPD baik itu Dinas, Badan, serta BUMD yang ada dalam lingkup Pemprov. Sumsel dengan cara mendaftarkan instansinya ke Dispora Sumsel.

“Pak Gubernur H. Herman Deru sudah sekitar satu bulan lalu telah mengeluarkan surat edaran khusus tentang liga OPD. Utuk teknis dan sebagainya, silahkan seluruh OPD menghubungi Dispora Sumsel,” tegas Hendri.

- BACA JUGA  Kunker ke MUBA, Puan Maharani Bagikan 200 KIP-ATM

Tekait dengan sejumlah turnamen sepak bola yang digagas Pemprov. Sumsel sekarang ini, anggota DPD RI utusan Sumsel tersebut memberikan apresiasinya kepada Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang dinilainya begitu konsisten dan begitu perhatian terhadap kemajuan persepakbolaan di Sumatera Selatan.

” Saya pastikan pak Herman Deru sebagai Gubernur Sumsel, adalah yang tercepat di Indonesia dalam merespon Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Dibuktikan dengan telah digulirkannya sejumlah ternamen. Bahkan sudah tiga liga berskala provinsi yang digelar. Ini sebuah kebanggaan dan menjadi prestasi tersendiri bagi Sumatera Selatan. Tidak lama lagi liga OPD segera kita gelar ,” tambah Hendri Zainuddin.

Sementara itu sebelumnya Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menyatakan sejumlah turnamen sepak bola yang digelar merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) tertanggal 25 Januari 2019. Nomor 3 tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

Karena itu Pemprov. Sumsel menggelar sejumlah kompetisi sebagai langkah awal dalam mencapai peningkatan prestasi di samping untuk pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

“Hasil yang ingin kita capai melalui sejumlah kompetisi ini adalah pengembangan bakat, pengembangan kompetisi serta pembinaan prestasi sepak bola yang berjenjang. Disamping untuk peningkatan kompetisi para wasit dan pembenahan sistem tata kelola club sepak bola di Sumatera Selatan,” tandas Herman Deru.

- BACA JUGA  Obike Segera Hadir di Sumsel

Di samping gencar mengelar sejumlah turnamen. Pemprov. Sumsel juga terus melakukan pembenahan terhadap infrastuktur penunjang olahraga di Kabupaten/kota. Dengan membantu pembangunan sejumlah gedung olahraga (GOR) di daerah.

Untuk diketahui Presiden Joko Widodo

Penandatangani Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

Dalam inpres tersebut, Presiden menginstruksikan 18 pihak, yakni 11 menteri, 2 pimpinan lembaga, dan 2 pihak yakni gubernur dan bupati/wali kota untuk melakukan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing.

Bentuk dari peningkatan prestasi tersebut melalui:

a. Pengembangan bakat;

b. Peningkatan jumlah dan kompetensi wasit dan pelatih sepak bola;

c. Pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan;

d. Pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola;

e. Penyediaan prasarana dan sarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional dan training centersepak bola, dan

f. Mobilisasi pendanaan untuk pengembangan sepak bola nasional.