Beranda Kriminal Dua Pengamen Diringkus Usai Rampok Sopir Truk

Dua Pengamen Diringkus Usai Rampok Sopir Truk

PALEMBANG– Tak butuh waktu lama, usai menerima laporan dari korbannya atas kasus tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Akhirnya petugas kepolisian Team Khusus Anti Bandit (Tekab 134) Polresta Palembang, berhasil meringkus dua orang pengamen bernama Ahmad Roni (17), dan Muhammad Fadli (23).

Kedua sekawan warga jalan Parameswara Kelurahan Bukit Baru ini diringkus petugas saat berada di lampu merah simpang empat Macan Lindungan Kecamatan IB II Palembang, pada Kamis (11/4) sore.

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua sahabat ini diringkus lantaran diduga terlibat dalam aksi Curas, pada Kamis (11/4) sekitar pukul 12.00 WIB. Dimana kejadian berawal saat korban seorang sopir truk bernama Deni Sillalahi (40), yang sedang berhenti di lampu merah, tidak memberi uang ngamen kepada kedua pelaku.

- BACA JUGA  Ormas se-Sumsel Menuntut Ahok Atas Dugaan Penistaan Agama Islam

Lantaran tidak diberi uang, kedua pelaku kemudian langsung masuk kedalam mobil korban dan mengambil uang milik korban. Meski sempat melakukan perlawanan, korban akhirnya merelakan kedua pelaku mengambil uang sebesar Rp 500 ribu miliknya karena kedua pelaku sempat menusuk tangan korban menggunakan paku, dan satu buah gitar kecil.

“Kedua pelaku yang diduga melakukan aksi Curas sudah kita amankan. Menurut informasi, keduanya memang sudah sering melakukan kekerasan terhadap para sopir-sopir mobil jika tidak diberi uang saat mengamen,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK, melalui Kanit Tekab 134 Iptu Tohirin, saat dikonfirmasi pada Jum’at (12/4) sore.

- BACA JUGA  Empat Pelaku Perampok Taksi Online Diringkus

Untuk saat ini, lanjut Iptu Tohirin, kedua pelaku masih dalam pemeriksaan unit Reskrim. “Barang bukti yang diamankan satu buah gitar kecil yang rusak akibat memukul korban,” tutupnya.

Sedangkan pelaku Roni, mengakui ia terpaksa menusuk korban pakai paku, lantaran tidak diberi uang ngamen. “Padahal uangnya saya lihat banyak pak, tapi bapak sopir itu (korban-red) tidak memberi, jadi terpaksa kami rampas uangnya,” pungkasnya. (Cdr)