Beranda Sumsel Muara Enim Susun RKPD 2020, Bupati Muara Enim Tekankan Delapan Prioritas

Susun RKPD 2020, Bupati Muara Enim Tekankan Delapan Prioritas

 

MUARA ENIM — Pemerintah Kabupaten Muara Enim menggelar kegiatan Forum Perangkat Daerah Kabupaten Muara Enim Tahun 2019 dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah tahun 2020, Senin (11/03/2019) kemarin di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muaraenim.

Bupati Muara Enim H Ahmad Yani dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyelaraskan antara usulan masyarakat melalui hasil Musrenbang Kecamatan dan Desa/Kelurahan sebagai proses perencanaan bottom up, pokok pikiran Legislatif melalui laporan hasil reses DPRD Kabupaten Muara Enim.

Hal ini sebagai proses perencanaan politik, dan rencana program dan kegiatan yang diusulkan masing-masing Perangkat Daerah, dengan memperhatikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten, Provinsi dan Nasional sebagai proses perencanaan top down.

“Output dari Forum Perangkat Daerah ini adalah Rancangan RKPD Tahun 2020, sebagai penyempurnaan dari Rancangan Awal RKPD Kabupaten Muara Enim Tahun 2020 yang telah disusun sebagai proses perencanaan teknokratik.
Hal ini merupakan upaya kita untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang telah kita sepakati bersama, sehingga program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

- BACA JUGA  PT TEL Larang Wartawan Liput Kunker Bupati

Pada kesempatan itu, Bupati memberikan delapan arahan khusus dalam penyusunan Rancangan RKPD Kabupaten Muara Enim Tahun 2020. Pertama, mempedomani kebijakan money follow program yaitu kebijakan penganggaran yang berbasis pada program prioritas pembangunan daerah dan nasional

“Dan dengan mempertimbangkan tiga dimensi pembangunan, yaitu dimensi pembangunan manusia, dimensi pembangunan sektor unggulan, dan dimensi pembangunan pemerataan dan kewilayahan, serta memperhatikan kondisi perlu untuk memastikan agar pembangunan dapat berlangsung,” jelas Yani.

Kedua, penyusunan RKPD dilakukan dengan pendekatan THIS, yaitu Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial dengan memperhatikan seluruh dimensi yang ada.

Ketiga, dalam rangka menuju angka kemiskinan satu digit, diharapkan semua Perangkat Daerah terkait dapat menyusun program yang tepat sasaran dan tepat guna untuk meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat sehingga target penurunan angka kemiskinan dapat dicapai.

“Khusus dalam penetapan sasaran kegiatan pembangunan agar mengacu pada Basis Data Terpadu yang diterbitkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Pusat yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh Dinas Sosial,” ungkapnya.

Keempat, Yani menekankan perlu adanya upaya maksimal dalam peningkatan kualitas pembangunan di perdesaan dan optimalisasi Badan Usaha Milik Desa melalui kemitraan atau kerjasama antar desa untuk mendukung ekonomi kreatif desa serta peningkatan Pelayanan terhadap Masyarakat desa, melalui inisiasi Dusun Semarak (Selalu Melayani Rakyat).

- BACA JUGA  Menjelang Lebaran Muzakir Sidak Pantau Kesediaan Sembako.

Kelima, perlu perhatian dalam penyusunan program, khususnya dalam pengarusutamaan gender, perlindungan anak, dan antisipasi bencana dalam rangka mewujudkan Kabupaten Tangguh Bencana.

Keenam, perlu perhatian khusus dalam pengembangan destinasi wisata melalui peningkatan infrastruktur menuju dan di sekitar area wisata.

Ketujuh, penyusunan RKPD agar mempedomani target indikator makro sesuai dengan Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Muaraenim Tahun 2018-2023, antara lain Pertumbuhan Ekonomi 7,70 persen; Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,04; Tingkat Pengangguran Terbuka 3,31 persen; dan Persentase Penduduk Miskin 10,87 persen.

Kedelapan, Yani menekankan agar dalam penyusunan Program dan Kegiatan disetiap Perangkat Daerah harus memperhatikan cascading kinerja yang telah disusun.

“Saya berharap penyusunan alokasi anggaran dalam program prioritas tahun 2020 dilakukan secara proporsional, sesuai ketersediaan anggaran serta dapat mencapai target yang telah kita tetapkan,” harapnya.(RILL)