Beranda Sumsel Muara Enim Pemkab Muara Enim Siapkan Peremajaan Sepuluh Ribu Hektar Lebih Kelapa Sawit

Pemkab Muara Enim Siapkan Peremajaan Sepuluh Ribu Hektar Lebih Kelapa Sawit

 

MUARA ENIM,  —  Dinas Perkebunan (Disbun) kabupaten Muara Enim akan melakukan Replanting atau peremajaan kembali terhadap sepuluh ribu hektar lebih terhadap kebun kelapa sawit yang ada di kabupaten Muara Enim.

Kepala Dinas Perkebunan Muara Enim Mat Kasrun menerangkan sebanyak empat kecamatan yang akan dilakukan Replanting perkebunan kelapa sawit yang ada di kabupaten Muara Enim meliputi kecamatan Muara Enim, Gunung Megang, Rambang Dangku, dan Rambang.

“Replanting kebun sawit tersebut perlu dilakukan menginggat bahwa kondisi kebun sawit milik petani plasma tidak produktif lagi sehingga kita akan mereplanting kebun kelapa sawit yang ada di empat kecamatan yakni Muara Enim, Gunung Megang, Rambang Dangku dan Rambang,” terang Mat Kasrun pada Media ini, Selasa (12/03/2019).

- BACA JUGA  Muzakir : Polri Menjadi Salah Satu Pilar Perekat Keutuhan NKRI

Replanting kebun kelapa sawit ini lanjut Mat Kasrun hingga saat ini baru terealisasi di kecamatan Gunung Megang dan sedang dilakukan di kecamatan Muara Enim pada tahun 2019 ini.

“Replanting ini yang sudah terealisasi pertama kali di kecamatan Gunung Megang di lahan seluas 600 hektar, Namun saat ini yang sudah direalisasikan baru sebanyak 200 hektar dan Replanting tahap pertama 2018 lalu ditargetkan seluas 1090 hektar. Sampai sekarang berjalan 200 hektar, itu juga usulan 2017 dan baru bisa direalisasikan di 2018 lalu,” lanjutnya.D

Masih kata Mat Kasrun terdapat tiga kecamatan lainnya itu masih dalam proses pengusulan, dan untuk dana replanting sawit ini sebesar Rp 25 juta per hektar melalui dana badan layanan umum dibawa kementerian keuangan dengan bekerja sama dengan pihak perbankan.

- BACA JUGA  Rumah Warga Retak Gara-Gara Penambangan PT. PGU

“Terkait pembiayaan Replanting ini dananya langsung ditransfer ke rekening petani, dan kita hanya sebagai fasilitator koptan dalam mengusulkan program replanting tersebut dengan bekerja sama dengan perbankan menggunakan dana BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit),” kata Mat Kasrun.

Ditambahkan Mat Kasrun proses Replanting ini harus melalui beberapa proses yang mana diawali setelah ada usulan yang masuk ke piihaknya dan BPDPKS, kemudian tim akan turun untuk mengecek lahan.

“Kepemilikan lahan harus jelas dan titik koordinatnya harus sesuai dengan peta itu merupakan salah satu diantara syarat yang harus dipenuhi,” pungkasnya.(Nda)