Beranda Palembang Video Siswi NU Viral, Kepsek Akui Tak Larang Siswanya Bawa Handphone

Video Siswi NU Viral, Kepsek Akui Tak Larang Siswanya Bawa Handphone

 

PALEMBANG,  —   Terkait viralnya video siswi yang berkelahi di dalam kelas sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama (NU), di jalan A Yani Kecamatan SU I Palembang, yang diduga terjadi saat waktu jam pelajaran, pada Kamis (7/2/2019) lalu, membuat Sekretaris Dinas Provinsi Sumsel H Lukman Ansori, turun langsung mendatangi sekolah tersebut, pada Senin (11/2) siang, guna mengkonfirmasi peristiwa kejadian tersebut.

Kepala Sekolah SMA Nahdlatul Ulama, Ir Ahmad Dailami, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kedua siswi yang berkelahi tersebut sudah sepakat berdamai.

“hari itulah keduanya berdamai, kebetulan hari itu saya tidak ada, jadi semuanya masalah perkelahian siswi kemarin diselesaikan oleh Wakasek Kesiswaan, tidak semua kejadian dilaporkan kepada kepala sekolah. Jadi hal itu dipastikan sudah clear,” ungkap Ir Ahmad Dailami, ketika diwawancarai diruang kerjanya.

Dijelaskan Ahmad Dailani, kepastian masalah perkelahian itu sudah damai, setelah dibuatnya surat perjanjian damai antara kedua siswi kelas X yang berkelahi di dalam kelas diduga lantaran perebutan pacar.

- BACA JUGA  Tagline Sumsel Memanggil Jadi Viral, Ini Penyebabnya

Ketika ditanya tentang peraturan menggunakan Handphone di dalam kelas, dimana dalam perkelahian tersebut ada yang melakukan perekaman video perkelahian kedua siswi hingga viral di Media Sosial. Ahmad Dailani mengatakan pihaknya tidak melarang para siswa dan siswi untuk tidak menggunakan Handphone disaat jam mata pelajaran sekolah.

“Itu khususnya saya tidak melarang siswa/siswi untuk membawa Hp. Pertimbangan saya, jika ada terjadi apa-apa di dalam keluarga, mau menghubunginya gimana. Mungkin saja, ini kelalaian dari pengawas, dalam hal ini yang mengajar. Dalam undang-undang apa saja tidak ada peraturan pelarangan membawa alat komunikasi atau Handphone, jadi diperbolehkan,” jelasnya.

Sedangkan ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Pemprov Sumsel H Lukman Ansori, membenarkan atas peristiwa kejadian perkelahian dua siswi di SMA NU. Namun, ia mengatakan bahwa di dalam peraturan yang ada, dalam jam pelajaran sekolah para siswa dan siswi dilarang untuk menggunakan Handphone.

- BACA JUGA  Nadjib : Tempat Hiburan Harus Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

“Itu sudah dilakukan perdamaian, dari pihak sekolah dan kedua siswi sepakat berdamai, dan tidak mengulangi itu lagi. Dalam jam mata pelajaran sekolah itu dilarang untuk menggunakan Handphone, hingga selesai jam mata pelajarannya. Nanti akan diberikan sanksi tertulis,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, pada hari Kamis (7/2/2019) siang, dua siswi bernama Sarwita dan Putri Zahra, yang duduk dibangku kelas X IPS, terjadi perkelahian di dalam kelas, yang diduga lantaran perebutan pacar. Diketahui dalam perkelahian tersebut, di dalam kelas ada yang melakukan perekaman video tersebut hingga tersebar di media sosial. (Cdr)