Beranda Peristiwa Diduga Konsumsi Mie Basah, Belasan Warga Sekayu Dilarikan Ke Rumah Sakit

Diduga Konsumsi Mie Basah, Belasan Warga Sekayu Dilarikan Ke Rumah Sakit

SEKAYU- Diduga akibat mengkonsumsi mie basah yang dibeli dari pasar tradisonal Talang Jawa Sekayu saat berbuka puasa, belasan warga Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) harus dilarikan ke RSUD Sekayu.

Pasien diantar warga dan keluarganya ke Instalasi gawat darurat RSUD Sekayu karena mengalami muntah-puntah disertai kepala pusing setelah mengkonsumsi mie basah.

Salah seorang warga Lingkungan 6 kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Yosep saat ditemui di ruang IGD RSUD Sekayu mengatakan dirinya mengalami muntah- muntah dan pusing usai memakan rujak mie saat berbuka puasa.

“Tadi, kami sekeluarga buka puasa makan rujak mie,tiba-tiba bae sekitar pukul 20.30 wib kepala terasa pusing kemudian muntah-muntah langsung ke IGD RSUD Sekayu” kata Yosep korban keracunan saat ditemui di IGD RSUD Sekayu, jumat (10/5).

Dikatakan Yosep, tidak hanya dirinya yang mengalami muntah -muntah serta kepala pusing,namun istrinya juga mengalami hal yang sama.

“Sudah dikasih obat tadi, jadi boleh pulang. Tapi Bini aku atas nama Eliyanti masih disuruh dirawat dokter, karena kondisi masih lemah” tukasnya.

- BACA JUGA  Tryout PDI Perjuangan Diikuti Ratusan Peserta

Sementara,s aat diminta informasi terkait adanya korban diduga keracunan mie basah salah seorang perawat yang tidak mau memyebutkan identitasnya mengatakan saat ini pihaknya belum bisa banyak memberikan keterangan.

“Kalo untuk jumlahnya lebih dari 10 orang mas, ada dewasa dan anak-anak, namun untuk keterangan lainya langusng menguhubungi pihak humas saja ya mas, dari analisis diduga kercunan mie basah. Namun sebagian sudah ada yang diperbolehkan pulang” Imbuhnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi kepala bagian humas RSUD Sekayu Dodi via telpon tidak aktif. Hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan dari pihak rumah sakit terkait adanya warga yang diduga keracunan akibat mengkonsumsi mie basah yang dibeli dari pasar pagi Talang Kawa Sekayu.

Sebelumnya, Tim pembinaan dan pengawasan barang atau jasa di Muba melakukan sidak dipasar talang jawa sekayu, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi beredarnya makanan yang mengandung zat formalin dan boraks yang beredar pasar-pasar tradisional Sekayu.

- BACA JUGA  Lestarikan Icon Daerah, Pemkot Prabumulih Tingkatkan Budidaya Nanas

Ketua Tim Terpadu, H Zainal Arifin ST MT mengatakan, sidak yang dilakukan ini melibatkan beberapa intansi seperti Dinas Tanaman Pangan,Holtikultura dan Pertanian (DTPHP), Dinkes, Satpol PP, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Personil Polres dan Dinas Perdagangan Perindustrian (Dagperin). Sasarannya, yakni makanan dan minuman yang mengandung zat kimia berbahaya seperti boraks maupun formalin, serta sudah kadaluarsa.

“Tim yang terjun melakukan sidak ini mempunyai peran masing-masing, seperti DTPHP memeriksa ayam dan daging. Sedangkan, Dinkes dan DKP memeriksa pangan seperti tahu, sembako, cincau dan kolang-kaling” kata Zainal.

Senentara, kepala dinas kesehatan dr. Azmi menyebutkan untuk daging serta ayam tidak ditemukan bahan kimia berbahaya, hanya saja ditemukan makanan yang mengadung formalin.

“Pada pemeriksaan dengan pengecekan menggunakan cara khusus kita bersama pihak BPOM Palembang temukan makanan positif mengandung formalin pada tahu dan mie basah. Menurut penjelasan pedagang barang tersebut didapat dari pemasok Jakabaring Palembang” singkatnya. (Joel)