Beranda Kriminal Mengaku Polisi, Pelaku Curat Diringkus

Mengaku Polisi, Pelaku Curat Diringkus

 

PALEMBANG,– Dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian yang tengah menggelar razia, Rian Hidayat (27), melakukan aksi pencurian dengan pemberatan (Curat) bersama dua temannya.

Namun, aksi warga jalan Talang Putri Kelurahan Plaju Kecamatan Plaju Palembang ini, akhirnya terhenti setelah anggota kepolisian unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang, pimpinan Kanit Ranmor Iptu Novel, berhasil meringkus tersangka Rian saat berada dirumahnya.

Bahkan, saat penangkapan pada hari Jum’at (10/5) dinihari, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kirinya karena erusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Berdasarkan data yang dihimpun, tersangka diringkus terkait perkara Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang dilakukannya bersama kedua temannya bernama RC dan BR (DPO), di jalan Palembang Darussalam Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Dimana pada kejadian tersebut, korban terpaksa merelakan handphone merk Xiomi dan Oppo miliknya diambil para pelaku.

- BACA JUGA  Simpan sabu 16 Paket, Warga Mariana Ditangkap Polisi

“Tersangka ini merupakan Target Operasi (TO) kita. Mereka beraksi bertiga dan jika korbannya melawan, tidak segan-segan melukai. Bahkan, terungkap mereka mengatasnamakan polisi dalam beraksi, sehingga korbannya takut karena menyimpan film dewasa atau berbuat tidak baik dilokasi. Kini kami masih mengejar dua rekannya yang lain,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK didampingi Wasakat Reskrim AKP Ginanjar Aliaya Sukmana, melalui Kanit Ranmor Iptu Novel, saat diwawancarai diruang kerjanya, Jum’at (10/5).

Hingga sekarang, lanjut Iptu Novel, tersangka masih dalam pemeriksaan pendalaman unit Reskrim Polresta Palembang. “Atas ulahnya, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP,” tegasnya.

Sedangkan, ketika ditemui tersangka Rian, mengaku sudah enam kali melancarkan aksinya dilokasi tempat kejadian perkara, kawasan BKB dan di pangkalan dermaga.

- BACA JUGA  Pelaku Pencurian Dan Percobaan Perkosaan Dihadiahi Timah Panas

“Saya dan BR bertugas mengeksekusi korbannya, sedangkan RC berperan mencari target atau korban. Kalau korbannya masih anak dibawah umur, kami mengatasnamakan polisi. Dimana pura-pura melakukan razia dan memeriksa ponselnya, Jika terdapat film dewasa, kami bawa ponselnya. Setelah itu kami jual di kawasan 2 Ulu. Ya, satu unit ponsel itu biasa dibeli orang seharga Rp 800.000 sampai Rp 900.000, tergantung jenis ponselnya,” ungkap Rian.

Dalam sehari dirinya bersama kedua temannya, diakui Rian, paling sedikit satu kali melakukan aksi tindak kejahatan di kawasan BKB. “Setiap malam paling satu kali beraksi pak. Setelah ponsel terjual, uangnya kami bagi tiga. Dan uangnya telah habis untuk makan,” tutupnya menyesal. (Cdr)