Beranda Sumsel Muara Enim Menteri PUPR : Cepat Lambatnya Pembangunan Tol Tergantung Dukungan Semua Pihak

Menteri PUPR : Cepat Lambatnya Pembangunan Tol Tergantung Dukungan Semua Pihak

 

MUARA ENIM,   —   Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Basuki Hadi Muljono dalam sambutanya pada acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas Jalan Tol Muara Enim-Simpang Indralaya dan ruas Jalan Tol Muara Enim-Lubuklinggau, Selasa (09/042019) mengatakan bahwa cepat atau lambatnya pembangunan itu tergantung dari dukungan semua pihak terutama Pemerintah daerah dan masyatakat di daerah itu sendiri.

“Penetapan lokasi jalan tol ini kita berharap agar pemda setempat dapat memberikan masukan dengan harapan nantinya jalan tol ini dapat menghubungkan ruas jalan dengan kawasan industri. Jika tidak maka tak ada gunanya tol itu lewat-lewat saja. Harus ada gunanya. Salah satunya dengan menghubungkan jalan tol dengan kawasan industri,” terang Basuki.

Kemudian Basuki mengatakan, penandatanganan ruas jalan tol serupa sudah dilakukan untuk ruas jalan tol Lubuklinggau-Bengkulu. Menurutnya, pengerjaan ruas jalan tol di Lampung dapat menjadi contoh bagi pengerjaan jalan tol lainnya karena waktunya lebih singakat dibandingkan di daerah lain.

“Kita meminta agar pembanghnan jalan Tol ini mampu meniru yang ada di Lampung karena pelaksanaannya disana cepat sekali. Ini contoh yang baik, pembebasan lahannya berupa ganti untung, bukan soal harga yang menjadi masalah melainkan biasanya ada kepemilikan yang tumpang tindih,” jelasnya.

- BACA JUGA  Milenial Muara Enim Nyatakan Sikap Dukung FASE 212 Menuju Sumsel

Lanjut Budi, adapun salah satu pendukung cepatnya pembangunan jalan tol itu dikarenakan tim pembebasan lahan dipegang oleh salah satu direktur objek vital di Polda Lampung.

“Bukan karena ada kepentingan, tapi dengan begitu pembebasan lahan cepat selesai. Begitupun di Aceh Tol yang baru digroundbreaking Presiden RI pada Desember 2018 lalu, kini sudah 20 persen pengerjaannya dimana sudah memasuki tahapan land clearing,” lanjutnya.

Kepala BPJB Danang Pari Kesit menagatakn Penanda tanganan perjanjiaan pekerjaan jalan ToL Muara Enim Simpang Indralaya119 KM dan Muara Enim- Lubuk Linggau 114,5 KM. Dia menjelaskan dengan dibanunnya Tol ini nantinya akan mempercepat jarak tempuh Muara Enim Indralaya.

“Setelah selesai ToL Muara Enm Indralaya nantinya dapat ditempuh 1-2 jam saja sedangkan Palembang-Bengkulu hanya butuh waktu 4 jam dan jika tidak ada halangan penyelesaiaan tol ini akan selesai pada tahun 2022,” ungkapnya.

- BACA JUGA  Operasi Sikat Musi Berhasil Bekuk DPO Curat

Sementara itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyampaikan bahwa dengan diyandai grown beaking hari ini menandakan mimpi masyarakat memiliki jalan Tol menjadi kenyataan yang mana masuknya pintu ToL ini berada di Muara Enim.

“Hal ini didapat tidak lepas dari peran serta semua elmen yang ada di Republik ini. Penanda tanganan grown breaking ini menandakan bahwa tidak akan batal lagi pembangunan ToL di Muara Enim. Maka dari itu saya tegaskan lambat atau cepatnya pembangunan jalan tol ini terganyung dari dukungan semua elemen dari keamanan pekerja hingga pembebasan lahan,”urai Herman Deru.

Diakhir sambutannya Gubernur betharap dengan dibangunnya Tol ini nantinya di rest area akan ada tempat khusus penjual lokal sehingga keberadaan tol ini akan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Hendaknya nanti di rest area harus ada tempat pedagang lokal bukan jualan pedagang Belanda. Sehingga kehadiran Tol ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” pungkasnya.(Nda)