Beranda Kriminal Idap Kangker, Pelimpahan Tahap II Ipar Riduan Mukti Ditunda

Idap Kangker, Pelimpahan Tahap II Ipar Riduan Mukti Ditunda

BENGKULU– Pelimpahan Tahap II kasus yang menimpa Riko Kadafi, adik ipar mantan Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti ditunda. Penundaaan ini disebabkan Riko dalam keadaan sakit, Kamis (9/1) sore.
Kuasa Hukum Riko, dari LBH PWI Sumsel, Mulyadi SH MH membenarkan kondisi yang dialami oleh kliennya tersebut. “Untuk hari ini tahap II nya ditunda, karena riko tengah sakit. Menurut surat dari dokter, yang bersangkutan harus segera mendapat pengobatan” jelas Mulyadi.
Diduga Riko mengalami sakit kanker karena ada pembengkakan dileher, dan harus menjalani terapi radiasi sebanyak 35 kali setiap minggunya dan kontrol serta evaluasi terhadap tindakan akan dijalankan selama lebih kurang 6 bulan.
“Terkait penundaan ada rekomendasi dari RSCM terkait radiasi dan kemoterapi yang harus dilakukan kepada tersangka sebanyak 35 kali, sekali setiap Senin sampai Jumat dalam jangka 6 bulan. Nah tadi juga kita lakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara, dan pihak Bhayangkara dan dinyatakan memang harus seperti itu dilakukan” tambah Mulyadi.
Sementara itu Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Martin Luther membenarkan kondisi sakit yang dialami tersangka.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan dirumah sakit, dan ternyata memang kondisi tersangka sedang sakit dan butuh dilakukan radiasi dan kemoterapi yang tidak bisa dilakukan di Bengkulu. Untuk hal itu terhadap tersangka belum bisa kami Tahap II kan, dalam hal ini kami tunda dulu untuk tersangka melakukan pengobatan,” jelas Martin.
Ditambahkan Martin, tahap II terhadap tersangka akan dilakukan jika proses pengobatan terhadap tersangka selesai dilakukan.
“Keterangan dokter, pengobatan tersangka harus dilakukan sebanyak 35 kali. Ini baru dijalankan 15 kali jadi ada 20 kali lagi yang harus dijalankan. Setelah selesai nanti penanganan terhadap tersangka kita akan terima surat keterangan dari dokter. Untuk berkas ketiga tersangka lain tetap lanjut karena terpisah dengan berkas Riko,” tutup Martin.(Red)